Bitcoin Tinggal Sepekan Lagi, Satu Dorongan Kecil Bisa Antar April Terbaik Sejak 2020

Bitcoin memasuki pekan terakhir April dengan posisi yang masih sangat dekat dengan rekor kinerja bulanannya. Aset kripto terbesar ini sudah menguat sekitar 13,71% dan hanya perlu tambahan sekitar 0,5% untuk melampaui capaian April 2025.

Jika dorongan kecil itu terjadi, April akan menjadi bulan terbaik Bitcoin sejak 2020. Situasi ini menarik karena perjalanan harga Bitcoin sepanjang awal tahun sempat jauh dari kata mulus.

Pada Januari, Bitcoin turun 10,17% dan berlanjut terkoreksi 14,94% pada Februari. Maret hanya memberi kenaikan tipis 1,81%, sebelum April menghadirkan pemulihan yang jauh lebih kuat.

April memang kerap jadi bulan penting bagi Bitcoin

Data historis menunjukkan April memiliki pola yang cukup kuat untuk Bitcoin. Coinglass mencatat rata-rata kenaikan April di 13,11%, dengan median return 10,49%.

Capaian Bitcoin pada April ini sudah berada di atas kedua angka tersebut. Meski begitu, pasar masih menunggu apakah performa itu bertahan sampai penutupan bulanan.

Rekam jejak April dalam lima tahun terakhir juga memperlihatkan hasil yang sangat beragam. Bitcoin naik 14,08% pada 2025 dan melonjak 34,26% pada 2020, tetapi turun 14,76% pada 2024, melemah 17,30% pada 2022, dan terkoreksi 1,98% pada 2021.

April 2023 hanya mencatat kenaikan 2,81%. Pola ini menegaskan bahwa April bisa menjadi bulan yang kuat, tetapi hasilnya juga bisa berubah tajam dari satu periode ke periode lain.

Sinyal pasar masih hati-hati

Meski harga bergerak positif, sentimen investor belum sepenuhnya pulih. Fear and Greed Index berada di level 31 pada 25 April, yang masih menempatkan pasar di zona Fear.

Sebulan sebelumnya, indikator itu sempat jatuh ke level 10 atau Extreme Fear. Sepekan lalu, angkanya masih lebih rendah di 26, sehingga ada pemulihan bertahap dalam keyakinan pasar.

Bitcoin juga masih diperdagangkan di dekat $77,500. Harga itu masih sekitar 38% di bawah rekor tertinggi $126,198 yang dicapai pada Oktober 2025.

Jarak harga yang masih lebar ikut menjelaskan sikap investor yang belum sepenuhnya agresif. Banyak pelaku pasar tampak memilih menunggu konfirmasi arah pergerakan hingga akhir bulan.

ETF dan dolar memberi dorongan tambahan

Pemulihan Bitcoin selama April mendapat dukungan dari arus masuk ETF yang menguat. Pelemahan dolar juga ikut membantu memperbaiki minat terhadap aset berisiko seperti kripto.

Namun, pasar belum menunjukkan euforia berlebihan. Funding rate perpetual BTC sempat berada di sekitar nol atau negatif selama beberapa bagian bulan ini, yang menandakan trader belum ramai mengejar reli dengan leverage.

Kondisi itu menunjukkan kenaikan harga masih berlangsung dalam suasana yang relatif tertib. Artinya, reli belum sepenuhnya ditopang spekulasi agresif dari pasar derivatif.

Faktor eksternal masih membatasi optimisme

Selain faktor teknikal dan arus dana, sentimen global juga ikut memengaruhi pergerakan Bitcoin. Ketegangan AS-Iran dan konflik di Timur Tengah membuat pasar keuangan tetap waspada sepanjang April.

Situasi tersebut menambah lapisan kehati-hatian di tengah pemulihan harga Bitcoin. Karena itu, capaian bulanan yang kuat belum otomatis memicu optimisme luas di kalangan investor.

Enam sesi perdagangan terakhir akan menjadi penentu akhir. Kenaikan tambahan sekitar 0,5% saja sudah cukup untuk membawa April ini melewati capaian April 2025.

Jika target itu tercapai dan Bitcoin bertahan sampai penutupan bulan, April akan tercatat sebagai bulan terkuat sejak 2020. Jika tidak, performanya tetap akan menunjukkan pemulihan yang solid, meski belum cukup untuk mengalahkan rekor tahun lalu.

Terkait