Bitcoin kini punya opsi baru untuk menghadapi ancaman komputer kuantum tanpa menunggu perubahan besar pada protokol intinya. Namun, solusi yang diajukan StarkWare ini datang dengan harga yang sangat mahal, yakni sekitar $75 hingga $150 per transaksi dengan kondisi perangkat keras saat ini.
Proposal bernama Quantum Safe Bitcoin atau QSB menarik perhatian karena memanfaatkan aturan jaringan Bitcoin yang sudah ada. Skema ini tidak memaksa jaringan melakukan soft fork, tetapi tetap mengubah cara transaksi diamankan agar lebih tahan terhadap serangan kuantum.
Mengapa ancaman kuantum jadi sorotan
Kekhawatiran utama muncul karena komputer kuantum yang cukup kuat berpotensi membantu penyerang menghitung private key dari public key pada sistem elliptic curve yang dipakai Bitcoin saat ini. Risiko itu terkait dengan algoritma Shor, yang secara teori dapat memecahkan kriptografi ECDSA di atas kurva secp256k1.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai ancaman itu belum terjadi sekarang, tetapi tetap layak dipersiapkan. Galaxy Research menyebut risikonya “nyata tetapi tidak merata,” karena sebagian besar Bitcoin masih aman selama public key belum dibuka saat transaksi berlangsung.
Bagaimana QSB bekerja
QSB tidak lagi bergantung pada tanda tangan ECDSA seperti transaksi Bitcoin pada umumnya. Sebagai gantinya, sistem ini memakai konstruksi berbasis hash yang dinilai lebih sulit ditembus serangan kuantum dibanding skema elliptic curve.
Pendekatan itu bekerja sepenuhnya dalam batasan Script lama Bitcoin. Artinya, QSB tetap mengikuti batasan 201 opcode dan ukuran 10.000 byte tanpa perlu mengubah aturan inti jaringan.
Rancangan ini juga memasukkan mekanisme mirip proof-of-work ke dalam validasi transaksi. Di dalam desainnya, ada konsep “hash-to-signature” yang memakai tanda tangan satu kali, dengan pendekatan yang disebut mirip HORS.
Biaya menjadi hambatan besar
Meski secara teknis dianggap memungkinkan, QSB belum terlihat layak untuk penggunaan harian. Setiap transaksi membutuhkan beberapa puzzle kriptografi yang harus diselesaikan lewat brute force di luar jaringan menggunakan GPU.
StarkWare memperkirakan biaya cloud computing untuk satu transaksi berada di kisaran $75 sampai $150. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding biaya transaksi normal Bitcoin yang biasanya hanya sebagian kecil dari satu dolar.
Dengan biaya setinggi itu, QSB lebih cocok untuk perlindungan aset bernilai tinggi. Pendekatan ini juga bisa dipakai untuk aset yang dianggap paling rentan jika ancaman kuantum semakin dekat.
Perlindungan belum menyentuh seluruh Bitcoin
Masalah lain muncul karena QSB hanya berlaku untuk output baru yang dibuat dengan skrip khusus buatan QSB. Mayoritas alamat Bitcoin yang sudah ada, termasuk format umum seperti P2PKH, tetap bergantung pada ECDSA dan masih rentan jika komputer kuantum benar-benar mampu memecahkan kriptografi elliptic curve 256-bit.
Desain ini juga punya batasan keamanan yang perlu dicermati. Perlindungan yang ditawarkan disebut sekitar 118-bit terhadap serangan klasik, tetapi Grover’s algorithm dapat menurunkannya menjadi sekitar 59 bit dalam konteks kuantum.
Artinya, QSB bisa membantu, tetapi belum menjadi jawaban menyeluruh untuk seluruh ekosistem Bitcoin. Skema ini lebih tepat disebut sebagai lapisan perlindungan tambahan yang menargetkan transaksi tertentu.
Respons komunitas masih terbagi
Sebagian pelaku industri menyambut positif riset ini karena dianggap memberi arah praktis tanpa perlu menunggu perubahan besar pada jaringan. JAN3 CEO Samson Mow mengatakan di X bahwa pertahanan Bitcoin terhadap komputer kuantum yang belum ada itu bergerak “dengan kecepatan yang sangat tinggi.”
Matteo Pellegrini, Vibe CEO di platform Bitcoin Club Orange, juga menilai isu kuantum bukan hal sepele bagi semua orang. Ia menyebut ada investor yang masih ragu karena kekhawatiran terhadap risiko tersebut.
Di sisi lain, ada pula pandangan yang menolak spekulasi bahwa Bitcoin sejak awal memang dirancang tahan kuantum. Sejumlah analisis menyebut tidak ada bukti bahwa Satoshi sengaja membangun Bitcoin agar kebal terhadap komputer kuantum, sehingga QSB lebih dipahami sebagai pemanfaatan ulang elemen lama, bukan bukti desain tersembunyi.
Tekanan menuju era post-quantum
Latar kemunculan QSB tidak lepas dari meningkatnya perhatian industri teknologi terhadap era post-quantum. Google disebut mempercepat persiapan menuju dunia pasca-kuantum dan menandai 2029 sebagai tonggak penting untuk transisi ke post-quantum cryptography.
Google juga menyoroti risiko “store now, decrypt later,” ketika data yang dienkripsi hari ini dikumpulkan untuk dibuka di masa depan. ARK Invest mengambil posisi serupa dengan menyatakan sistem kuantum saat ini masih jauh dari kemampuan memecahkan enkripsi Bitcoin dalam skala besar, meski sebagian eksposur bisa muncul dalam hitungan dekade.
Galaxy Research juga menyebut pengembangan solusi tahan kuantum sudah berjalan, termasuk proposal seperti BIP 360. Dalam konteks itu, QSB menunjukkan bahwa perlindungan kuantum untuk Bitcoin mungkin bisa dimulai tanpa menunggu perubahan besar, meski biaya tinggi masih menjadi penghalang utama untuk penerapannya secara luas.







