Bitcoin Bertahan Di Dekat $64 Ribu, Pasar Mencari Lantai di Tengah Nada Hawkish The Fed

Bitcoin masih bertahan di sekitar $64.100 meski tekanan jual belum mereda setelah nada hawkish dari Federal Reserve kembali mengguncang pasar. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar ini turun sekitar 1%, tetapi masih mencatat kenaikan 2% dalam sepekan dan mempertahankan kapitalisasi pasar dekat $1,29 triliun.

Pergerakan itu menunjukkan pasar sedang mencoba membaca apakah level saat ini sudah cukup kuat untuk menjadi dasar baru. Setelah sempat reli bantuan ke kisaran $67.000 ketika ketegangan AS-Iran mereda, sentimen berbalik cepat begitu The Fed menahan suku bunga di 3,5%–3,75% dan menaikkan proyeksi akhir tahun.

Nada The Fed Menjadi Tekanan Utama

Tekanan di pasar kripto kali ini lebih banyak dipicu nada kebijakan ketimbang keputusan suku bunganya sendiri. Daniela Hathorn, senior market analyst di Capital.com, menilai Bitcoin tidak turun karena pasar terkejut dengan keputusan menahan suku bunga, melainkan karena pesan The Fed yang kembali menegaskan kehati-hatian dalam menyatakan inflasi sudah terkendali.

Hathorn juga menyoroti bahwa Bitcoin selama beberapa tahun terakhir mendapat sokongan dari ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar. Karena itu, setiap sinyal bahwa suku bunga bisa bertahan tinggi lebih lama cenderung menekan sentimen dan membuat investor menata ulang peluang pemangkasan berikutnya.

Stephen Wundke, strategy and revenue director di Algoz Technologies, menambahkan bahwa rebound singkat pekan ini kehilangan tenaga setelah nada hampir hawkish dari Kevin Warsh membuat trader bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga lagi dalam siklus ini. Ia menilai dorongan pasar ikut memudar setelah kabar meredanya konflik sempat mengangkat optimisme sementara.

Pasar Mulai Menganggap Area Ini Sebagai Lantai

Di sisi lain, sebagian pelaku pasar justru menilai pelemahan ini sebagai fase awal pembentukan dasar harga. Bitcoin sempat memantul dari area sekitar $62.500 pekan lalu, meski dalam 30 hari terakhir masih turun sekitar 17%.

Tekanan sentimen juga terlihat dari indikator pasar. Crypto Fear & Greed Index sempat jatuh ke level 12 pekan lalu, sementara ETF spot Bitcoin di AS telah kehilangan hampir $4,6 miliar sejak awal Mei menurut Farside Investors.

Bitfire Research yang berbasis di Hong Kong menyebut desk institusional agresif membeli saat harga turun. Mereka menilai area akumulasi on-chain terkonsentrasi di sekitar $60.000, sedangkan biaya breakeven penambang berada di kisaran $30.000 sampai $50.000.

Rentang Harga Masih Ketat Menunggu Katalis

Gerry O’Shea, head of global market insights di Hashdex, memperkirakan Bitcoin akan terus bergerak di rentang $60.000–$70.000 dalam beberapa pekan ke depan jika tidak ada katalis besar. Ia menyebut CLARITY Act atau de-eskalasi lanjutan di Iran sebagai pemicu yang bisa mengubah arah pasar.

Wundke juga melihat arah yang sama. Menurutnya, pasar kripto masih menunggu sinyal bahwa inflasi di AS memang terutama dipicu perang dan dapat turun cepat saat perdamaian tercapai, tetapi kedua skenario itu masih terasa jauh dari harapan trader.

Di tengah ketidakpastian itu, perhatian pasar juga tertuju pada kemungkinan likuiditas baru dari SpaceX. Perusahaan tersebut mengungkap kepemilikan 18.712 BTC di neracanya saat mengumumkan IPO rekor senilai $75 miliar, dan arus dana dari aksi korporasi seperti itu dinilai bisa menjadi penopang tambahan bagi aset kripto.

Fokus Pasar Tetap Pada Inflasi dan Suku Bunga

Untuk saat ini, arah Bitcoin masih ditentukan oleh ekspektasi terhadap inflasi dan kebijakan moneter The Fed. Trader kini memperkirakan sekitar 30% peluang kenaikan suku bunga pada rapat Juli, naik dari sekitar 8% sepekan lalu dan 7% sebulan lalu, sementara peluang pemangkasan suku bunga sudah tersingkir.

Di platform prediksi Myriad milik Dastan, induk perusahaan Decrypt, sentimen juga bergerak naik tipis. Trader menempatkan peluang 37% bahwa langkah Bitcoin berikutnya menuju $84.000, naik dari 27% pada awal pekan, di tengah pasar yang masih mencari arah di bawah bayang-bayang kebijakan yang lebih ketat.

Terkait