Bitcoin Bertahan Di Atas $81.000, Analis Ini Masih Curiga Reli Belum Aman

Bitcoin kembali bertahan di atas $81,000 dan mempertahankan posisinya di atas ambang psikologis $80,000 untuk hari kedua berturut-turut. Namun, di balik reli yang mendorong harga ke level tertinggi sejak Januari pada pekan ini, sebagian analis masih belum mau ikut terbawa optimisme.

Pergerakan ini mendapat dukungan dari membaiknya sentimen pasar setelah para pembuat undang-undang mencapai kompromi terkait regulasi stablecoin dalam Clarity Act. Harapan atas aturan kripto AS yang lebih jelas ikut memperkuat minat investor di tengah pasar aset digital yang masih sensitif terhadap kabar kebijakan.

Pada perdagangan yang dipantau CoinMarketCap, bitcoin berada di 81,273.69, naik 2,425.69 atau 3.08%. Kenaikan itu terjadi ketika pasar juga memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan geopolitik ikut membayangi pasar

Ketegangan AS-Iran menjadi salah satu faktor yang ikut dihitung investor dalam membaca arah pasar. Washington mendorong “Project Freedom” untuk memberi jalur aman bagi kapal netral melalui Selat Hormuz, rute dagang penting yang kini menjadi titik fokus konflik.

Di tengah situasi tersebut, bitcoin justru menunjukkan ketahanan yang kuat. Aset kripto terbesar di dunia itu disebut mengungguli saham dan emas selama konflik Iran, dengan kenaikan sekitar 20% sejak perang dimulai dan sekitar 30% dari titik terendah Februari di $62,000.

Kinerja itu memunculkan pertanyaan apakah pasar sedang memasuki bull market baru. Meski demikian, sejumlah pelaku pasar masih melihat level $80,000 sebagai resistansi yang kuat dalam pasar bearish.

Analis masih menahan ekspektasi

Salah satu alasan kehati-hatian datang dari pola perilaku pemegang aset. Ketika harga kembali ke titik impas, sebagian investor cenderung menjual, sehingga kenaikan bisa tertahan sebelum berkembang menjadi tren yang lebih bersih.

Compass Point analyst Ed Engel termasuk yang masih berhati-hati terhadap reli ini. Ia menilai bitcoin belum pernah keluar dari pasar bearish dengan pemulihan berbentuk V, dan melihat kenaikan terbaru lebih banyak didorong aktivitas derivatif serta short covering daripada permintaan spot yang kuat.

Pandangan itu membuat reli bitcoin tetap dibaca dengan hati-hati meski momentum jangka pendek terlihat solid. Pasar kini menimbang apakah kenaikan yang terjadi cukup sehat untuk bertahan, atau justru masih rapuh karena ditopang faktor teknis.

Kenaikan bulanan kuat, tapi belum menembus bayangan rekor

Secara bulanan, bitcoin naik 12% pada April dan mencatat kenaikan bulanan terkuat sejak Mei tahun lalu. Angka itu menunjukkan bahwa minat beli memang kembali muncul di tengah kombinasi faktor kebijakan dan geopolitik.

Namun, harga bitcoin masih turun sekitar 35% dari rekor Oktober di sekitar $126,000. Selama jarak ke rekor itu masih lebar, pasar cenderung terus menilai setiap lonjakan dengan lebih saksama daripada merayakannya sebagai pemulihan penuh.

Dengan harga yang masih bertahan di atas $81,000, perhatian pasar kini tertuju pada apakah dukungan dari sentimen regulasi dan ketahanan terhadap tekanan geopolitik cukup kuat untuk menjaga momentum berikutnya. Di sisi lain, peringatan dari analis seperti Ed Engel menunjukkan bahwa reli ini belum sepenuhnya menghapus keraguan.

Terkait