Bitcoin kembali menarik perhatian setelah menguat lebih dari 2% di awal pekan dan bergerak di atas $63.000. Pemulihan ini datang setelah pasar ikut bangkit dari aksi jual tajam pada Jumat lalu, meski tekanan terhadap aset kripto terbesar di dunia masih besar.
Pergerakan terbaru itu menunjukkan bahwa minat terhadap Bitcoin belum hilang, tetapi sentimen pasar masih rapuh. Di saat yang sama, sejumlah analis tetap melihat aset ini punya fungsi yang lebih luas dari sekadar spekulasi, terutama ketika tema AI terus mendominasi pasar.
Tekanan yang belum mereda
Sebelum rebound terbaru, Bitcoin sempat jatuh di bawah $60.000 pekan lalu. Posisi itu berarti harganya lebih dari 50% di bawah rekor tertinggi pada Oktober.
Dalam sebulan terakhir, Bitcoin juga terkoreksi sekitar 20%. Sepanjang tahun berjalan, pelemahannya sudah lebih dari 27%, sehingga ruang pemulihan masih dibayangi kerugian yang cukup dalam.
Bernstein menyoroti bahwa tekanan datang dari arus keluar ETF yang signifikan dalam empat pekan terakhir. Perusahaan itu juga mencatat arus masuk Bitcoin dari perusahaan treasury dan ETF sepanjang tahun ini hanya sekitar $12 miliar, jauh di bawah $60 miliar tahun lalu.
Gautam Chhugani dan timnya menilai pola tersebut sejalan dengan karakter Bitcoin yang cenderung siklis. Karena itu, mereka tetap mempertahankan pandangan jangka panjang bahwa token ini bisa berfungsi sebagai penyimpan nilai.
Peran Bitcoin di tengah euforia AI
Bernstein juga menilai Bitcoin masih bisa menawarkan diversifikasi di pasar yang tahun ini banyak digerakkan oleh momentum AI. Pandangan itu menempatkan Bitcoin bukan hanya sebagai aset yang mengikuti sentimen risiko, tetapi juga sebagai penyeimbang portofolio saat saham dan tema teknologi tertentu bergerak sangat dominan.
Bagi pasar, sudut pandang ini penting karena reli berbasis AI telah membentuk arah investasi sepanjang tahun. Dalam kondisi seperti itu, aset yang bergerak berbeda dari saham teknologi bisa mendapat perhatian baru dari investor yang mencari variasi eksposur.
Meski begitu, pemulihan Bitcoin belum sepenuhnya ditopang sentimen yang kuat. Selain arus keluar ETF, pasar juga terbebani kabar bahwa Strategy, pemegang besar Bitcoin, menjual token untuk pertama kalinya sejak 2022.
Rebound yang masih rapuh
Pada Senin, kenaikan Bitcoin bergerak searah dengan pemulihan pasar yang lebih luas setelah koreksi tajam di akhir pekan. Data harga terakhir menunjukkan Bitcoin diperdagangkan di $63.440,04, naik 0,22% pada saat pembaruan pasar.
Level itu memang menandai pemulihan dari tekanan sebelumnya, tetapi belum cukup untuk menghapus kekhawatiran investor. Arus dana yang melemah dan sentimen yang belum stabil membuat rebound masih terlihat rapuh.
Kondisi ini membuat Bitcoin berada di persimpangan antara tekanan jangka pendek dan narasi jangka panjang. Di satu sisi, arus keluar ETF dan pelemahan harga menunjukkan pasar masih berhati-hati, tetapi di sisi lain Bernstein menilai fungsi strategis Bitcoin sebagai penyimpan nilai dan alat diversifikasi tetap relevan di tengah pasar yang makin dipengaruhi AI.
