Pasar mobil listrik bekas mendapat opsi pembiayaan baru dengan bunga mulai 0,6 persen per bulan. BFI Finance membuka kredit untuk unit EV bekas dengan tenor hingga 48 bulan bagi konsumen di Jabodetabek dan Surabaya.
Skema ini menawarkan jalan bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus membeli mobil baru. Uang muka yang ditetapkan mulai 35 persen, sementara layanan tersebut melengkapi pembiayaan mobil bekas berbahan bakar bensin yang telah tersedia sebelumnya.
Dua Skema Pembiayaan untuk Pengguna Mobil Listrik
BFI Finance tidak hanya menyediakan kredit mobil listrik bekas, tetapi juga refinancing dengan jaminan BPKB. Produk refinancing tersebut menyasar pemilik kendaraan listrik yang membutuhkan dana dengan tetap menggunakan mobilnya.
Tenor kedua produk sama-sama dapat mencapai 48 bulan. Namun, ketentuan bunga dan persyaratan utama masing-masing layanan berbeda sesuai jenis pembiayaannya.
| Produk | Tenor | Bunga | Ketentuan Utama |
|---|---|---|---|
| Refinancing Mobil Listrik | Hingga 48 bulan | Mulai 0,78 persen flat per bulan | Jaminan BPKB dan kendaraan masih dalam masa garansi baterai |
| Kredit Mobil Listrik Bekas | Hingga 48 bulan | Mulai 0,6 persen per bulan | DP mulai 35 persen, tersedia di Jabodetabek dan Surabaya |
Pada layanan refinancing, BFI Finance menawarkan bunga mulai 0,78 persen flat per bulan. Pengajuan berlaku untuk mobil listrik yang masih berada dalam masa garansi baterai hingga delapan tahun, mengikuti ketentuan dari masing-masing pabrikan.
Syarat garansi baterai menjadi bagian penting dalam skema tersebut karena baterai merupakan komponen utama kendaraan listrik. BFI Finance menjadikan BPKB mobil listrik sebagai jaminan dalam pengajuan refinancing ini.
Ekosistem EV yang Terus Berkembang
Ekspansi pembiayaan ini dilakukan saat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang. Bertambahnya infrastruktur pengisian daya dan dukungan pemerintah terhadap kendaraan rendah emisi disebut ikut mendorong minat masyarakat.
BFI Finance melihat pembiayaan sebagai salah satu kebutuhan yang perlu hadir seiring meningkatnya penggunaan EV roda empat. Kehadiran kredit mobil listrik bekas juga memperluas pilihan konsumen yang mempertimbangkan harga unit dibandingkan membeli kendaraan baru.
Direktur Bisnis BFI Finance Rudy Eddywidjaja menyatakan perusahaan ingin mendekatkan solusi pembiayaan kepada pengguna kendaraan listrik. Menurutnya, edukasi diperlukan agar masyarakat semakin mengenal pilihan layanan yang tersedia.
Gandeng Komunitas J5 EVO Indonesia
Untuk memperluas edukasi tersebut, BFI Finance menggandeng komunitas J5 EVO Indonesia. Komunitas ini merupakan komunitas resmi pengguna kendaraan Jaecoo yang berada di bawah naungan agen pemegang merek.
Kolaborasi dengan komunitas dinilai dapat membantu perusahaan membangun kedekatan dengan pengguna mobil listrik. Langkah itu juga dipakai untuk menyampaikan informasi pembiayaan EV secara lebih langsung kepada calon pengguna layanan.
“Ke depan, kami akan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai komunitas maupun mitra strategis. Yakni guna memperluas edukasi mengenai pembiayaan mobil listrik,” ujar Rudy Eddywidjaja.
BFI Finance menyatakan akan terus menjajaki kerja sama dengan komunitas dan mitra strategis lainnya. Perusahaan berharap pembiayaan yang lebih mudah diakses dapat ikut mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
