Belgia kembali ke panggung besar Piala Dunia dengan modal pengalaman yang jarang dimiliki banyak tim. Lolos ke edisi 2026 membuat Red Devils akan menjalani kampanye Piala Dunia FIFA ke-15 dan mencatat penampilan keempat secara beruntun di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Kembalinya Belgia juga membuka kesempatan untuk memperbaiki citra setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2022 Qatar. Saat itu, mereka datang dengan ekspektasi tinggi sebagai salah satu tim unggulan Eropa, tetapi gagal melaju dari fase grup.
Jejak panjang sejak 1930
Perjalanan Belgia di Piala Dunia dimulai pada edisi perdana turnamen putra FIFA pada 1930. Namun, langkah mereka saat itu belum jauh karena tersingkir di fase grup setelah kalah 3-0 dari Amerika Serikat dan 1-0 dari Paraguay.
Meski hasilnya tidak memuaskan, partisipasi tersebut tetap penting dalam sejarah sepak bola Belgia. Skuad asuhan Hector Goetinck menjadi bagian dari gelombang awal yang ikut membentuk tradisi keikutsertaan Belgia di ajang global.
Meksiko 1986 masih jadi penanda utama
Nama Belgia benar-benar menonjol di Piala Dunia 1986 di Meksiko. Pada turnamen itu, mereka menutup kompetisi di peringkat keempat, capaian yang masih dikenang sebagai salah satu prestasi terbaik Belgia di level dunia.
Langkah mereka di fase grup tidak berjalan mulus karena kalah 2-1 dari tuan rumah pada laga pembuka. Belgia lalu bangkit dengan menundukkan Irak 2-1 dan menahan Paraguay 2-2 untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Hasil di Meksiko menegaskan kemampuan Belgia bertahan dalam tekanan dan memanfaatkan peluang saat fase grup mulai menentukan arah perjalanan tim. Turnamen itu juga meninggalkan warisan psikologis yang masih membayangi reputasi mereka hingga sekarang.
Modal kualifikasi yang kuat
Di jalur kualifikasi UEFA, Belgia menutup Grup J sebagai pemuncak klasemen. Tim asuhan Garcia mencatat lima kemenangan dan tiga hasil imbang dari delapan laga sebelum memastikan tiket ke Amerika Utara lewat kemenangan 7-0 atas Liechtenstein pada laga penutup fase grup.
Hasil tersebut menunjukkan konsistensi Belgia di level kualifikasi. Namun, tantangan sesungguhnya tetap menunggu di putaran final, terutama setelah pengalaman pahit di Qatar masih segar dalam ingatan.
Pada Piala Dunia 2022, Belgia memang memulai turnamen dengan kemenangan 1-0 atas Kanada. Michy Batshuayi menjadi pembeda dalam laga yang tidak meyakinkan itu, sebelum Belgia kembali tampil di bawah ekspektasi dan kalah 2-0 dari Maroko.
Rekam jejak kemenangan besar
Sejarah Piala Dunia Belgia juga menyimpan beberapa kemenangan besar yang menunjukkan kapasitas mereka saat ritme permainan berjalan sesuai rencana. Catatan kemenangan terbesar mereka mencakup 3-0 atas El Salvador pada 1970, 3-0 atas Panama pada 2018, dan 5-2 atas Tunisia pada 2018.
Deretan hasil itu memperlihatkan bahwa Belgia bisa tampil agresif ketika menemukan momentum terbaik. Dengan pengalaman panjang, modal kualifikasi yang solid, dan kenangan manis dari Meksiko 1986, Red Devils tetap masuk daftar tim yang patut diperhitungkan saat kembali ke pentas Piala Dunia.
Source: bola.bisnis.com