Bursa Efek Indonesia tengah menyiapkan perubahan besar pada aturan saham di Papan Pemantauan Khusus dengan mekanisme Full Call Auction (FCA). Rencana ini menarik perhatian pasar karena menyentuh cara saham tertentu dipilih, diperdagangkan, dan dipantau di bursa.
Perubahan yang disebut sedang dibahas itu berpotensi mengubah peta penyaringan saham berisiko. BEI juga dikabarkan menyesuaikan aturan auto rejection dan memperpanjang larangan pembatalan pesanan dalam sistem FCA.
Tiga kriteria yang disorot
Menurut catatan riset Stockbit Sekuritas yang merujuk pengumuman resmi BEI, ada tiga kriteria utama yang akan dihapus dari dasar masuk Papan Pemantauan Khusus. Ketiganya adalah kriteria nomor 6, 7, dan 10.
| Kriteria | Isi | Rencana BEI |
|---|---|---|
| 6 | Porsi saham publik atau free float | Dihapus |
| 7 | Likuiditas perdagangan saham yang rendah | Dihapus |
| 10 | Status suspensi perdagangan lebih dari satu hari akibat aktivitas transaksi yang tidak wajar | Dihapus |
Selain itu, BEI disebut akan menyesuaikan kriteria nomor 11 yang berkaitan dengan kondisi lain yang ditetapkan bursa. Namun, detail perubahan untuk poin ini belum dijelaskan lebih jauh.
Aturan transaksi FCA ikut berubah
Rombakan tidak berhenti di kriteria masuk papan. BEI juga berencana mengubah mekanisme batas penolakan otomatis atau auto rejection, sekaligus menambah periode non-cancellation dalam perdagangan saham di Papan Pemantauan Khusus.
Dalam aturan FCA yang berlaku saat ini, saham dengan rentang harga Rp1 sampai Rp10 memiliki batas perubahan harga maksimal Rp1. Untuk saham dengan rentang harga di atas Rp10 hingga Rp200, batas kenaikan maupun penurunan harga dipatok sebesar 35%.
FCA sendiri berbeda dari perdagangan reguler karena transaksi tidak berlangsung melalui continuous auction. Sistem ini mengumpulkan seluruh order jual dan beli dalam periode tertentu, lalu mencocokkannya untuk menemukan harga keseimbangan pada jam-jam yang telah dijadwalkan.
Kenapa perubahan ini penting
Revisi aturan FCA bisa berdampak langsung pada saham-saham yang selama ini masuk papan pantauan khusus karena free float, likuiditas rendah, atau suspensi perdagangan. Dengan tiga kriteria utama itu dihapus, cara BEI menyaring saham tampak bergeser ke parameter lain yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi pasar saat ini.
Aturan keluar dari papan FCA juga tetap menjadi perhatian. Saat ini, emiten minimal harus berada di papan FCA selama 7 hari bursa sebelum bisa ditinjau kembali untuk masuk ke papan perdagangan normal.
Statusnya masih dalam proses
Meski rencana perubahan sudah muncul, BEI belum menetapkan kapan aturan baru itu akan berlaku. Stockbit Sekuritas menyebut pembahasan tersebut masih berada dalam tahap rule making rule, yaitu proses penyusunan draf regulasi sebelum implementasi resmi.
Karena itu, pelaku pasar masih perlu mencermati langkah berikutnya dari bursa. Rincian akhir aturan masih bisa berubah sebelum revisi kriteria saham dan mekanisme perdagangan FCA benar-benar diterapkan.
