Begadang Demi Me Time Ternyata Bisa Menguras Tubuh, Ini Efek yang Sering Diremehkan

Author: Cung Media

Begadang demi “me time” sering terasa seperti hadiah kecil setelah hari yang penuh tuntutan. Namun kebiasaan ini bisa diam-diam menguras tubuh karena waktu tidur yang terus dikorbankan.

Fenomena ini dikenal sebagai revenge bedtime procrastination, yaitu kebiasaan menunda tidur secara sengaja meski sudah sadar waktu istirahat akan berkurang. Banyak orang melakukannya untuk mencuri waktu pribadi yang terasa hilang sepanjang hari.

Malam jadi satu-satunya ruang bebas

Verywell Mind menyebut fenomena ini banyak dialami orang dengan jadwal padat yang merasa tidak punya cukup waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai di siang hari. Akibatnya, malam hari berubah menjadi ruang terakhir yang terasa benar-benar bebas dari tuntutan.

Dalam kondisi seperti itu, tidur sering dikorbankan agar seseorang bisa tetap scrolling media sosial, menonton series, bermain game, atau sekadar menikmati waktu sendirian lebih lama. Kebutuhan untuk merasa punya kendali atas waktu pribadi akhirnya menang atas kebutuhan tubuh untuk beristirahat.

Layar dan media sosial ikut memperpanjang kebiasaan

Menurut Sleep Foundation, orang biasanya tetap terjaga untuk scrolling media sosial, menonton film, bermain game, atau menikmati waktu sendirian di malam hari. Paparan gadget sebelum tidur juga membuat otak lebih sulit rileks dan mendorong seseorang menunda tidur lebih lama dari rencana awal.

Kebiasaan yang tampak ringan ini sering tidak terasa saat dijalani. Padahal, beberapa menit yang terus bertambah dapat menggeser jam tidur jauh lebih larut dari yang semula diinginkan.

Dampaknya tidak berhenti di rasa kantuk

Begadang seperti ini memang bisa terasa menyenangkan sesaat, tetapi kurang tidur tetap memberi dampak pada kesehatan fisik dan mental. Tubuh bisa terasa lebih lelah, fokus menurun, emosi lebih mudah naik, dan suasana hati ikut terganggu.

Sleep Foundation juga menekankan bahwa kurang tidur dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan fisik dan kualitas hidup secara keseluruhan. Karena itu, kebiasaan yang awalnya dianggap sebagai cara sederhana untuk memanjakan diri bisa berubah menjadi beban baru bagi tubuh.

Self-reward yang pelan-pelan menjadi jebakan

Sebagian orang melihat begadang sebagai bentuk self-reward setelah menjalani hari yang panjang dan melelahkan. Malam dianggap sebagai satu-satunya waktu untuk menikmati hiburan tanpa tuntutan pekerjaan atau aktivitas lain.

Masalahnya, bila pola ini terus berulang, tubuh justru semakin kelelahan dan waktu istirahat makin berkurang. Keinginan untuk memulihkan diri pun bisa berbalik menjadi kebiasaan yang menguras energi.

Pada akhirnya, kebutuhan akan waktu pribadi memang nyata, terutama bagi orang dengan jadwal padat. Yang perlu dijaga adalah keseimbangan agar “me time” tidak berubah menjadi kebiasaan yang diam-diam mengambil jatah pemulihan tubuh.

Source: www.beautynesia.id
Terbaru