Baskara Putra Sempat Pingsan di Pesawat, Kondisinya Kini Membaik

Baskara Putra akhirnya buka suara setelah sempat pingsan di dalam pesawat dan harus mendapat perawatan di rumah sakit. Kondisinya kini membaik, tetapi pengalaman itu membuat vokalis .Feast yang juga dikenal lewat proyek solo Hindia tersebut lebih serius membaca sinyal tubuhnya sendiri.

Insiden itu terjadi saat perjalanan udara dari Makassar menuju Balikpapan. Baskara menjelaskan bahwa tubuhnya sudah lebih dulu dalam kondisi menurun sebelum muntah dan kemudian tak sadarkan diri di pesawat.

Dipicu kelelahan, dehidrasi, dan cuaca panas

Baskara menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan jadwal manggung yang terlalu padat. Ia menyebut agenda tampil bersama .Feast, Hindia, maupun Lomba Sihir tidak mengalami perubahan besar dan tetap berjalan seperti biasa.

Menurut Baskara, masalah utama datang dari akumulasi kondisi fisik setelah liburan di negara yang sangat panas. Ia menyebut perpaduan cuaca, kelelahan, dan dehidrasi membuat tubuhnya drop cukup parah.

“Gue habis liburan, liburan gue di negara yang cukup panas, kepanasan. Ya ada faktor satu-dua hal, faktor cuaca, kecapekan, dehidrasi, jadi komplikasi,” kata Baskara saat ditemui Medcom.id di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Kondisi sudah stabil setelah dirawat

Setelah sempat mendapat penanganan medis, Baskara mengatakan kondisi kesehatannya sekarang sudah stabil. Ia juga menilai pengalaman itu mengubah cara dirinya menyikapi kesehatan dan rasa lelah yang sebelumnya kerap diabaikan.

Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa insiden di pesawat bukan sekadar gangguan sesaat, melainkan peringatan bagi Baskara untuk lebih memperhatikan kondisi tubuhnya. Dari situ, ia mulai menilai bahwa istirahat dan pemulihan tidak bisa lagi dianggap sepele.

“Sejauh ini sih sudah stabil, sudah membaik. Banyak juga yang berubah dari cara gue menanggapi kesehatan gue setelah itu,” ujarnya.

Akan evaluasi ritme hidup dan aktivitas ke depan

Meski belum ada perubahan jadwal dalam waktu dekat, Baskara mengatakan akan berdiskusi dengan tim Sun Eater terkait langkah berikutnya. Evaluasi itu diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Ia juga menilai bahwa faktor di luar pekerjaan ikut berperan besar dalam turunnya kondisi fisik. Karena itu, fokus perbaikan tidak hanya tertuju pada agenda kerja, tetapi juga pada ritme hidup dan kebiasaan mengenali kapan tubuh perlu berhenti.

“Yang harus banyak diperbaiki kayaknya hidup gue dan bagaimana gue menanggapi tubuh gue,” ucap Baskara.

Source: www.medcom.id

Terkait