Barito Putera memasuki laga terakhir Grup 2 Pegadaian Championship dengan tekanan tinggi, tetapi juga dengan peluang yang masih bisa mereka kendalikan sendiri. Saat menjamu Persipal Palu di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (3/5/2026), Laskar Antasari wajib menang untuk menjaga asa menembus zona play-off promosi ke Liga 1.
Situasi di papan klasemen membuat duel ini jadi sangat penting. Barito Putera berada di peringkat ketiga dengan 50 poin, tertinggal tiga angka dari Persipura Jayapura dan PSS Sleman yang sama-sama mengoleksi 53 poin di dua posisi teratas.
Barito harus fokus sejak menit awal
Stefano “Teco” Cugurra meminta timnya tidak kehilangan konsentrasi saat bermain di kandang sendiri. Ia menilai persiapan berjalan baik dan menekankan pentingnya kerja keras untuk mengamankan poin penuh.
Teco menegaskan Barito harus tetap fokus pada permainan sendiri ketika menghadapi Persipal. Instruksi itu relevan karena lawan yang datang ke Banjarmasin berada di posisi juru kunci klasemen.
Lawan dalam tren buruk
Persipal Palu membawa modal yang kurang meyakinkan jelang laga ini. Berdasarkan data performa yang dilansir liga.id, mereka menelan lima kekalahan beruntun dan sudah kebobolan 82 gol sepanjang musim.
Kondisi tersebut memberi keuntungan psikologis bagi Barito Putera. Rekam jejak pertemuan juga mendukung tuan rumah karena Barito selalu menang tanpa kebobolan dalam dua laga terakhir melawan Persipal.
Salah satu kemenangan itu bahkan berlangsung sangat telak. Barito Putera pernah menang 5-0 saat bermain di kandang, sehingga posisi mereka kembali terlihat lebih kuat di atas kertas.
Sorotan pada penunjukan wasit
Selain urusan teknis, Barito Putera juga sempat menyoroti aspek objektivitas di laga-laga krusial grup. Manajemen klub mengirim surat resmi bernomor 082/SESM/PSBP/IV-2026 kepada PSSI untuk meminta penugasan wasit asing.
Permintaan itu muncul karena persaingan di klasemen sangat ketat. Namun, akun Instagram Forum Wasit Indonesia menyampaikan bahwa laga Barito Putera melawan Persipal akan dipimpin Yudi Nurcahya asal Jawa Barat.
Akun yang sama juga menyebut Axel Febrian Sinaga akan bertugas di laga Persipura. Penunjukan itu ikut menambah perhatian pada pertandingan yang bisa memengaruhi arah perebutan tiket promosi.
Nasib Barito juga tergantung hasil PSS Sleman
Meski wajib menang atas Persipal, Barito Putera belum otomatis mengamankan tempat di zona play-off. Kemenangan itu baru berarti jika PSS Sleman kalah saat menghadapi PSIS Semarang.
Artinya, Barito tidak hanya perlu memaksimalkan laga di Banjarmasin, tetapi juga menunggu hasil pertandingan lain. Dengan selisih poin yang tipis di papan atas, setiap gol dan setiap hasil di Grup Timur bisa langsung mengubah peluang promosi mereka.
Kombinasi antara lawan yang sedang terpuruk dan persaingan ketat di klasemen membuat laga ini terasa seperti final mini bagi Barito Putera. Di saat yang sama, hasil dari lapangan lain tetap memegang peran besar dalam menentukan apakah mereka benar-benar bisa melangkah ke fase berikutnya.







