Barito Putera menampilkan start yang nyaris sempurna saat menghancurkan Persipal Palu 5-0 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin. Laskar Antasari langsung mengambil alih kendali laga dan membuat pertandingan berjalan sepihak sejak menit awal dalam lanjutan Championship 2025/2026.
Pesta gol itu sudah dimulai ketika laga baru berjalan tiga menit. Erwin Gerard membuka skor lewat tendangan jarak jauh yang akurat dan langsung memberi sinyal bahwa Barito Putera tidak ingin memberi ruang bagi tim tamu.
Setelah gol cepat tersebut, tekanan Barito Putera tidak mengendur. Persipal Palu dipaksa bertahan lebih dalam di wilayah sendiri karena serangan tuan rumah datang dengan intensitas tinggi sepanjang babak pertama.
Babak pertama jadi milik Barito Putera
Dominasi Barito Putera terlihat dari cara mereka mengeksekusi peluang. Gol kedua hadir pada menit ke-30 melalui Fabiano Beltrame yang menyelesaikan skema tendangan sudut dengan sundulan untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Enam menit berselang, Alexandro ikut menyumbang gol lewat sundulan. Gol itu memperlebar jarak menjadi 3-0 dan semakin menegaskan kontrol penuh Barito Putera atas jalannya pertandingan.
Erwin Gerard kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit berikutnya. Penyelesaian plesing ke pojok gawang membuatnya mencetak brace dan membuat Persipal Palu semakin sulit mengejar ketertinggalan.
Menjelang turun minum, Alexandro menuntaskan rangkaian gol tuan rumah dengan torehan keduanya pada laga ini. Skor 5-0 di akhir babak pertama menjadi gambaran paling jelas tentang betapa efektifnya Barito Putera memanfaatkan setiap celah yang muncul.
Persipal Palu kesulitan keluar dari tekanan
Di sisi lain, Persipal Palu tidak banyak leluasa membangun serangan. Mereka hanya sesekali mampu mengancam area pertahanan tuan rumah, tetapi sebagian besar waktu justru habis untuk meredam gelombang tekanan Barito Putera.
Upaya terbaik tim tamu hadir lewat situasi bola mati. Kenzo Nambus sempat melepaskan tendangan bebas pada menit ke-40, namun penjaga gawang Barito Putera masih sigap menepis bola tersebut.
Situasi itu menegaskan bahwa Persipal Palu sulit mengubah momentum pertandingan. Saat mereka berusaha mencari celah untuk membalas, Barito Putera sudah lebih dulu menutup hampir semua ruang penting di lapangan.
Efisiensi jadi pembeda utama
Hasil telak ini memperlihatkan efisiensi Barito Putera dalam memaksimalkan peluang. Dua gol dari Erwin Gerard, dua gol dari Alexandro, dan satu gol dari Fabiano Beltrame menjadi rangkaian yang membuat tuan rumah unggul jauh sejak babak pertama.
Kemenangan ini juga menunjukkan bagaimana kontrol permainan bisa berubah menjadi hasil besar ketika tekanan dijaga konsisten. Barito Putera tidak hanya unggul dalam skor, tetapi juga dalam cara mereka menguasai ritme pertandingan dari awal hingga akhir fase pertama.







