Bank of England Melunak, Aturan Stablecoin Inggris Tak Lagi Setegang Semula

Bank of England mulai memberi sinyal bahwa rancangan aturan stablecoin yang semula sangat ketat bisa berubah. Pergeseran ini penting karena tekanan dari industri makin kuat, terutama pada batas kepemilikan dan syarat cadangan yang dinilai terlalu membatasi.

Sarah Breeden, deputy governor for financial stability, mengatakan kepada Financial Times bahwa otoritas sedang mempertimbangkan pendekatan lain untuk mengendalikan risiko stablecoin. Ia juga menegaskan bahwa bank sentral akan meninjau ulang apakah cara berpikir sebelumnya memang terlalu konservatif.

Tekanan dari industri makin jelas

Breeden menjelaskan bahwa rancangan cadangan itu dibangun dari pengalaman tekanan likuiditas pada bank run belakangan ini, termasuk penarikan simpanan dari Silicon Valley Bank pada 2023. Ia juga mengakui industri cenderung memilih aset yang memberi bunga lebih tinggi.

Arah baru ini menunjukkan pergeseran dari model batas keras ke rezim yang lebih fleksibel. Fokusnya kini mengarah ke likuiditas, penebusan, dan perlindungan bagi penerbit.

Pernyataan BoE itu langsung mendapat sambutan dari pelaku industri aset digital. Katie Haries, kepala kebijakan Eropa di Coinbase, menyebut sinyal tersebut penting karena menunjukkan bank sentral siap meninjau ulang proposal stablecoin.

Haries menilai batas kepemilikan stablecoin sama saja dengan membatasi inovasi. Menurutnya, hal itu berisiko bagi daya saing Inggris dan bertentangan dengan tujuan membangun rezim yang memungkinkan stablecoin sukses bagi pengguna.

Biaya cadangan dan daya saing Inggris

Andres Monty, CEO platform intelijen risiko stablecoin Range, menyoroti dampak ekonomi dari rancangan split cadangan BoE. Ia mengatakan penerbit stablecoin di Inggris hanya akan memperoleh imbal hasil dari 60% cadangan mereka.

Monty membandingkannya dengan Circle yang menyimpan sekitar 88% cadangan USDC dalam Treasury bills dan repos. Menurut dia, struktur cadangan BoE jauh lebih ketat, dan penurunan lantai cadangan dari 40% menjadi 20% akan memangkas beban secara signifikan.

Ia juga menilai perubahan itu akan membuat ekonomi stablecoin Inggris lebih mendekati penerbit di bawah MiCA dan Amerika Serikat. Bagi industri, kedekatan model bisnis dengan yurisdiksi lain dianggap penting agar penerbit tetap kompetitif.

Risiko perpindahan penerbit ke luar Inggris

Monty memperingatkan bahwa batas kepemilikan bisa mendorong arbitrase yurisdiksi. Dalam pandangannya, GBP stablecoin dapat saja diterbitkan dari pasar lain jika aturan di Inggris dianggap terlalu membatasi.

Ia menyebut BoE perlu memutuskan apakah ingin mengatur stablecoin GBP yang paling banyak digunakan atau membiarkannya diterbitkan dari Dublin. Di saat yang sama, ia menilai bank sentral akan punya keunggulan jika benar-benar menyiapkan kemungkinan liquidity backstop bagi penerbit stablecoin.

Monty juga mengatakan pembeli institusional lebih menghargai kepastian penebusan dibanding selisih imbal hasil yang kecil. Pandangan itu memperlihatkan bahwa daya tarik stablecoin tidak hanya ditentukan return, tetapi juga ketahanan saat pasar sedang stres.

Pekan yang sama juga diwarnai peringatan dari Gubernur Andrew Bailey soal potensi benturan dengan Amerika Serikat mengenai standar stablecoin. Bailey menilai aturan penebusan yang lebih lemah untuk token dolar dapat memindahkan tekanan ke Inggris saat krisis.

Stablecoin sendiri adalah token kripto yang dirancang mengikuti nilai mata uang fiat seperti dolar atau pound. Instrumen ini biasanya ditopang cadangan berupa uang tunai, surat utang pemerintah, atau aset serupa.

Di Inggris, pengawasan stablecoin dibagi dua. FCA diperkirakan mengawasi penerbit non-sistemik, sementara Bank of England akan mengatur stablecoin yang digunakan luas untuk pembayaran.

Sasha Mills, executive director for financial market infrastructure di Bank of England, menegaskan bahwa bank memandang stablecoin sebagai bentuk uang baru. Ia mengatakan otoritas berharap mulai menerima permohonan dari calon penerbit stablecoin sistemik pada akhir tahun.

Terkait