Bank Mandiri memperlebar akses layanan keuangan bagi keluarga, pelaku UMKM, pekerja migran, dan masyarakat di wilayah yang selama ini sulit dijangkau layanan perbankan formal. Strategi ini tidak hanya menambah jangkauan transaksi, tetapi juga ditujukan untuk membuka peluang usaha dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Dalam momentum Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni, bank berlogo pita emas itu menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis perlu berjalan seiring dengan dampak sosial yang nyata. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menyebut pertumbuhan ekonomi yang inklusif sebagai pilar penting bagi kemajuan bangsa.
Mandiri Agen jadi pintu masuk ke pelosok
Salah satu tumpuan utama strategi inklusi itu adalah penguatan jaringan Mandiri Agen. Hingga akhir 2025, jaringan ini mencapai 111.035 agen yang tersebar di berbagai wilayah untuk mendekatkan layanan perbankan ke masyarakat.
Jaringan tersebut telah membantu pembukaan sekitar 3,5 juta rekening baru, melayani 963 ribu debitur KUR, dan mendukung pengelolaan 531 koperasi desa dan kecamatan. Dengan sebaran itu, layanan keuangan bisa lebih dekat ke masyarakat yang sebelumnya terbatas mengakses layanan formal.
| Indikator | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Mandiri Agen | 111.035 | Tersebar di berbagai wilayah hingga akhir 2025 |
| Rekening baru | 3,5 juta | Dibuka melalui jaringan agen |
| Debitur KUR | 963 ribu | Dilayani lewat jaringan Mandiri Agen |
| Koperasi desa dan kecamatan | 531 | Mendapat dukungan pengelolaan |
KUR tembus Rp40,99 triliun untuk UMKM
Di sisi pembiayaan, Bank Mandiri menyalurkan Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp40,99 triliun sepanjang 2025 kepada 355.658 UMKM. Realisasi itu setara 106,5 persen dari target yang ditetapkan.
Dari total penyaluran tersebut, Rp25,13 triliun atau 61,54 persen mengalir ke sektor produksi. Pertanian menjadi penerima terbesar, disusul jasa produksi, industri pengolahan, dan perikanan, yang semuanya memberi dampak langsung pada lapangan kerja dan ekonomi daerah.
| Komponen | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Total KUR | Rp40,99 triliun | Disalurkan sepanjang 2025 |
| UMKM penerima | 355.658 | Menerima pembiayaan KUR |
| Pencapaian target | 106,5 persen | Di atas target yang ditetapkan |
| Ke sektor produksi | Rp25,13 triliun | 61,54 persen dari total penyaluran |
Henry Panjaitan menegaskan bahwa pembiayaan produktif menjadi bagian dari strategi Bank Mandiri untuk menciptakan akselerasi yang bertumbuh. Fokusnya adalah menopang sektor-sektor ekonomi yang memberi efek berantai pada kesejahteraan masyarakat.
Pekerja migran dan UMKM ikut didorong naik kelas
Dukungan Bank Mandiri juga menyentuh pekerja migran Indonesia melalui Program Kelompok Belajar atau Pokjar. Program itu menjangkau 21.074 PMI aktif di berbagai negara tujuan kerja.
Lewat program tersebut, pekerja migran memperoleh edukasi literasi keuangan, akses layanan perbankan formal, dan kemudahan remitansi melalui Mandiri International Remittance di Malaysia. Pendekatan ini diarahkan untuk membantu perlindungan pekerja migran sekaligus menjaga ketahanan ekonomi keluarga.
Untuk pelaku usaha, Bank Mandiri menyalurkan pendampingan kepada 17.600 UMKM melalui Rumah BUMN sepanjang 2025. Di saat yang sama, program Wirausaha Muda Mandiri melahirkan 20 finalis wirausaha terbaik sebagai bagian dari upaya mencetak generasi pengusaha masa depan.
Seluruh rangkaian inisiatif itu membentuk ekosistem yang mencakup akses perbankan, pembiayaan produktif, pemberdayaan PMI, dan penguatan kapasitas UMKM. Bagi Bank Mandiri, kombinasi tersebut menjadi cara menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi perekonomian keluarga Indonesia.
Source: finansial.bisnis.com






