Bangkit Dari Austin, Veda Ega Memburu Konsistensi Di Jerez

Veda Ega Pratama datang ke Moto3 Spanyol di Sirkuit Jerez dengan misi memperbaiki hasil setelah insiden di Austin. Pembalap muda Indonesia itu ingin segera melupakan kegagalan finis di Amerika Serikat dan kembali menunjukkan kecepatan terbaik bersama Honda Team Asia.

Balapan di Jerez menjadi penting karena Veda tidak berangkat tanpa modal. Ia masih membawa kepercayaan diri dari podium di Brasil, hasil yang menegaskan bahwa ia mampu bersaing di level atas Moto3.

Bangkit dari Austin

Insiden di Austin memang membuat hasil balapan Veda berakhir tanpa finis, meski sepanjang akhir pekan ia sempat tampil kompetitif. Situasi itu membuat seri Spanyol terasa lebih dari sekadar balapan berikutnya, karena juga menjadi ajang untuk memulihkan ritme persaingan di papan atas.

Veda menyebut jeda tiga pekan sebelum seri lanjutan memberi manfaat besar. Masa tersebut ia gunakan untuk memulihkan kondisi fisik, menjalani latihan intensif, dan menyusun ulang fokus menghadapi fase berikut musim ini.

“Saya sangat senang bisa kembali balapan setelah tiga pekan (rehat) ini. Ini adalah periode yang baik untuk reset, berlatih, dan mempersiapkan diri untuk bagian selanjutnya musim ini,” ujar Veda dalam pernyataan resmi tim.

Modal pengalaman di Jerez

Selain kondisi fisik yang lebih segar, Jerez juga menawarkan keuntungan dari sisi pengalaman lintasan. Veda pernah menjajal sirkuit tersebut lewat ajang JuniorGP dan Red Bull Rookies Cup, sehingga ia sudah memahami sebagian karakter trek yang akan dihadapi.

Pengalaman itu penting karena Jerez menuntut pembalap membaca lintasan dengan teliti dan menjaga kecepatan tetap stabil. Dengan bekal tersebut, Veda berharap bisa kembali berada di barisan depan dan mengubah awal musim yang naik turun menjadi lebih solid.

Kecepatan yang sudah terlihat pada balapan sebelumnya juga menjadi alasan optimisme tim. Namun, fokusnya kini bukan hanya tampil cepat, melainkan mampu menyelesaikan balapan dengan hasil yang konsisten.

“Setelah apa yang terjadi di Austin, tentu saya ingin melupakan kejadian itu dan fokus meraih hasil kuat di Jerez. Saya tahu kami punya kecepatan yang baik di balapan sebelumnya. Jadi, kini target kami adalah lebih konsisten dan menyelesaikan tugas,” lanjutnya.

Fokus pada konsistensi

Bagi Honda Team Asia, performa Veda di Spanyol juga berkaitan dengan upaya menjaga peluang bersaing di musim 2026. Hasil podium di Brasil dan kegagalan finis di Austin memperlihatkan betapa tipis jarak antara hasil besar dan kekecewaan di Moto3.

Karena itu, ketenangan menjadi salah satu aspek yang paling dibutuhkan di Jerez. Dengan persiapan yang lebih matang, pemahaman lintasan, dan dorongan untuk menebus hasil Austin, pembalap asal Gunung Kidul itu menatap akhir pekan balap dengan target yang lebih jelas.

“Tujuan kami adalah untuk tetap fokus, bekerja sama dengan tim, dan mencoba kembali bersaing di depan. Saya merasa termotivasi dan siap untuk memberikan yang terbaik akhir pekan ini,” ucapnya.

Jerez pada akhirnya menjadi ujian untuk melihat apakah Veda bisa mengubah kecepatan yang sudah terlihat menjadi hasil yang lebih konsisten. Dengan bekal pengalaman lintasan, jeda persiapan yang cukup, dan motivasi untuk bangkit, pembalap Indonesia itu menatap seri Spanyol sebagai kesempatan penting untuk kembali berada di persaingan terdepan.

Source: www.viva.co.id
Terkait