BAIC bersiap menambah warna baru di pasar kendaraan listrik Indonesia dengan menghadirkan EV pertamanya untuk konsumen nasional. Model ini tidak diposisikan sebagai mobil listrik biasa, melainkan sebagai smart premium EV yang menggabungkan nuansa premium, kepraktisan, dan teknologi untuk mobilitas perkotaan.
Pendekatan itu terlihat dari kombinasi dimensi yang kompak, kabin yang dibuat lebih efisien, serta daftar fitur yang cukup panjang. Bagi konsumen yang mencari mobil listrik untuk kebutuhan harian di kota, BAIC tampaknya ingin menawarkan paket yang tidak hanya modern, tetapi juga terasa praktis saat dipakai sehari-hari.
Dimensi Kompak, Ruang Kabin Tetap Dikejar Lapang
Mobil listrik anyar BAIC ini memiliki ukuran 4.337 mm x 1.860 mm x 1.572 mm dengan wheelbase 2.770 mm. Jarak sumbu roda tersebut disebut sebagai yang terpanjang di kelasnya, dan itu menjadi salah satu nilai jual utama dari model ini.
Meski ukurannya kompak, BAIC mengklaim ruang kabinnya tetap lebih efisien dan lapang. Targetnya jelas, yakni menghadirkan mobil yang nyaman untuk penggunaan harian di perkotaan, tetapi masih masuk akal untuk kebutuhan keluarga.
Kepraktisan Jadi Sorotan Utama
Salah satu daya tarik paling menonjol ada pada sisi kepraktisan. Mobil ini membawa 32 kompartemen penyimpanan dan skyroof terbesar di kelasnya, dua detail yang memperkuat kesan fungsional sekaligus premium.
BAIC juga menyebut body soundproofing mobil ini mencapai 85 persen. Klaim tersebut memberi gambaran bahwa kenyamanan kabin menjadi salah satu fokus penting dalam pengembangan model ini.
Fitur Teknologi Cukup Lengkap
Dari sisi teknologi, mobil ini dibekali V2L 3,5 kW, V2V charging, ADAS level 2 dengan 12 fungsi, dan fitur self-parking. Kombinasi ini membuatnya tidak hanya bergantung pada efisiensi baterai, tetapi juga pada kemudahan penggunaan dalam aktivitas harian.
Fitur self-parking menjadi salah satu pembeda yang cukup menarik. Dengan kemampuan itu, mobil dapat terparkir secara cerdas tanpa terlalu banyak campur tangan dari pengemudi.
Pengisian Cepat Masih Jadi Andalan
BAIC belum mengungkap kapasitas baterai maupun jarak tempuh mobil ini. Namun, perusahaan sudah memberi gambaran soal kecepatan pengisian dayanya.
Baterai mobil ini dapat diisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu 25 menit dengan perangkat pengisian cepat. Angka itu menjadi sinyal bahwa BAIC ingin menekan kekhawatiran pengguna soal waktu tunggu saat mengisi daya.
Langkah Baru BAIC di Indonesia
Kehadiran EV ini menandai langkah baru BAIC di Indonesia setelah lebih dulu meluncurkan BJ40, X 55 II, dan lini hybrid BJ30. Jika model-model sebelumnya menonjolkan karakter urban dan tangguh, model listrik terbarunya masuk dengan identitas yang lebih premium dan relevan untuk era elektrifikasi.
Strategi ini juga menunjukkan upaya BAIC memperkuat posisi merek di pasar yang mulai terbuka terhadap kendaraan listrik. Dengan dimensi kompak, fitur praktis, teknologi modern, dan klaim kenyamanan kabin, BAIC tampak menyiapkan produk yang diarahkan untuk konsumen perkotaan yang menginginkan EV bergaya premium.
