Android ternyata jauh lebih fleksibel daripada yang terlihat di permukaan. Di luar Google Play Store, ada toko aplikasi alternatif yang menawarkan kontrol lebih besar, privasi yang lebih baik, dan cara pembaruan yang lebih cepat.
Empat nama yang menonjol adalah Aurora Store, Obtanium, GitHub Store, dan Neo Store. Masing-masing punya pendekatan berbeda, mulai dari jalur instalasi anonim sampai akses ke rilis open-source yang tidak mudah ditemukan di toko resmi.
Aurora Store: terasa seperti Play Store, tanpa akun Google
Aurora Store menjadi pilihan menarik karena tampilannya sangat mirip Google Play Store. Bedanya, toko ini bisa dipakai tanpa akun Google dan bersifat open-source serta anonim.
Semua aplikasi gratis yang ada di Google Play Store juga tersedia di Aurora Store. Pengguna bisa memasang aplikasi dengan satu ketukan, menerima pembaruan otomatis, dan melihat halaman aplikasi yang memuat changelog, tangkapan layar, rating, ulasan dari Play Store, serta kontak pengembang.
Aurora Store juga menambah informasi yang tidak terlihat di Play Store. Toko ini memberi notifikasi soal tracker yang tertanam dalam aplikasi dan memberi tahu apakah aplikasi bisa berjalan tanpa Google Play Services.
Ada pula tombol Manual Download yang menjadi nilai tambah penting. Fitur ini memungkinkan pengguna memasang versi tertentu dari aplikasi hanya dengan satu ketukan, termasuk untuk menurunkan versi tanpa kehilangan data.
Aurora Store juga bisa memindai aplikasi yang sudah terpasang. Dari sana, pengguna dapat melihat pembaruan yang tersedia dan menaruh aplikasi tertentu ke block list agar tidak ikut diperbarui.
Obtanium: pembaruan langsung dari sumber aplikasi
Obtanium mengambil jalur yang berbeda dari toko aplikasi biasa. Aplikasi ini tidak bergantung pada repositori pusat, melainkan menambahkan aplikasi langsung dari sumber asalnya agar bisa diinstal dan diperbarui otomatis.
Pendekatan ini berguna untuk aplikasi yang diunduh dari situs web dan tidak tersedia di tempat lain. Tanpa alat seperti Obtanium, pengguna biasanya harus mengunduh paket baru secara manual setiap kali ada pembaruan.
Obtanium memeriksa sumber aplikasi secara berkala untuk mencari versi terbaru. Jika ada pembaruan, aplikasi memberi notifikasi dan pengguna bisa langsung mengunduh serta memasangnya dengan satu ketukan.
Fungsi otomatisasinya juga cukup jauh. Obtanium bisa dikonfigurasi agar memperbarui aplikasi secara otomatis tanpa campur tangan pengguna.
Dukungan sumbernya juga luas, termasuk sekitar selusin sumber aplikasi dan URL situs web. Pengguna bisa mencari aplikasi dari GitLab, GitHub, dan F-Droid, lalu menambahkannya ke daftar Obtanium.
GitHub Store: etalase cepat untuk rilis open-source
GitHub Store mengubah GitHub menjadi semacam etalase aplikasi. Toko ini memindai repositori GitHub untuk rilis perangkat lunak open-source dan menampilkannya dalam antarmuka yang rapi.
Kliennya tersedia untuk semua platform utama. Di Android, pengguna bisa memfilter aplikasi berdasarkan kategori “Android”, lalu memasangnya dengan satu klik.
GitHub Store juga terintegrasi langsung dengan Obtanium. Bagi pengguna yang suka menjelajahi aplikasi FOSS yang jarang dikenal, ini memberi jalur cepat ke rilis yang sering masih tersebar di repositori pengembang.
Neo Store: F-Droid dengan repositori yang lebih luas
Neo Store berada paling dekat dengan F-Droid, tetapi menawarkan tampilan yang lebih menarik dan repositori yang lebih kaya. Selain repositori resmi F-Droid, aplikasi ini juga memuat IzzyOnDroid secara bawaan.
Repositori IzzyOnDroid berisi aplikasi proprietary yang biasanya tidak ditemukan di toko FOSS biasa. Neo Store juga mengaktifkan Guardian Project repo secara default, sementara daftar panjang repositori FOSS lain bisa diaktifkan manual.
Dari sisi penggunaan, Neo Store dapat disetel untuk memperbarui aplikasi terpasang secara otomatis selama aplikasi itu ada di repositori yang aktif. Pengguna juga bisa mengecualikan aplikasi tertentu lewat toggle “Ignore all new versions”.
Empat toko ini menunjukkan bahwa Android tidak bergantung pada satu jalur distribusi aplikasi saja. Bagi pengguna yang mengejar privasi, pembaruan cepat, atau akses ke aplikasi yang tidak muncul di Play Store, alternatif di luar toko resmi tetap sangat relevan.







