Atlas Disuntik Mati, OpenAI Pindahkan Fitur Browsing ke ChatGPT Desktop

OpenAI mengubah arah besar untuk browser AI-nya. Atlas, browser stand-alone yang baru berumur singkat, akan dihentikan dan kemampuan browsing dipindahkan ke aplikasi ChatGPT desktop yang lebih lengkap.

Langkah ini membuat pengalaman menjelajah web tidak lagi berdiri sebagai produk terpisah. OpenAI justru memusatkannya ke satu aplikasi yang kini digabung dengan ChatGPT, Codex, dan ChatGPT Work.

Atlas selesai, fokus bergeser ke ChatGPT desktop

OpenAI meluncurkan ChatGPT Atlas untuk macOS pada Oktober 2025 sebagai browser yang dibangun di sekitar ChatGPT. Namun kini, perusahaan memilih menutup pengembangan Atlas dan menjadikan aplikasi desktop ChatGPT sebagai rumah utama untuk fitur browsing.

OpenAI menyebut 9 Agustus sebagai target penghentian Atlas. Pengguna juga akan mendapat informasi lanjutan lewat email dan notifikasi di dalam aplikasi.

PerubahanAtlasChatGPT Desktop App Baru
Status produkAkan dihentikanMenjadi fokus utama
Platform awalmacOSDesktop app dengan fitur terpadu
Fungsi browsingBrowser AI stand-aloneBrowser bawaan di dalam aplikasi
Ruang kerjaTerpisahChatGPT, Codex, dan ChatGPT Work dalam satu aplikasi

Aplikasi desktop ChatGPT yang diperbarui kini diposisikan sebagai ruang kerja yang jauh lebih luas. Browser bawaannya bisa membuka situs, membandingkan informasi dari beberapa sumber, dan mengakses file Google Workspace serta Microsoft 365.

OpenAI juga menyiapkan ekstensi Chrome yang membawa ChatGPT ke sidebar browser. Dari sana, pengguna bisa meringkas halaman web, bertanya tentang konten online, dan menjalankan tugas yang lebih panjang tanpa berpindah aplikasi.

Mengapa Atlas ditinggalkan

Atlas sempat diperkenalkan sebagai browser AI-first dengan Agent mode yang bisa menjalankan tugas atas nama pengguna. Meski begitu, produk itu hanya tersedia di macOS dan fitur otomatisasinya juga terbatas untuk pelanggan ChatGPT berbayar.

Sejumlah laporan awal menyebut Agent mode bisa lebih lambat dibandingkan menyelesaikan tugas secara manual. Di titik ini, OpenAI tampaknya memilih jalur yang lebih praktis dengan membawa kemampuan browsing ke produk ChatGPT yang sudah punya jangkauan lebih luas.

gizmochina.com melaporkan bahwa keputusan ini juga berarti rencana versi Windows untuk Atlas tidak akan terwujud. Arah OpenAI kini terlihat jelas, yaitu menjadikan browsing sebagai fitur di dalam ChatGPT, bukan membangun browser AI terpisah untuk bersaing langsung dengan Chrome.

Bagi pengguna, perubahan ini berarti satu aplikasi akan menangani lebih banyak pekerjaan sekaligus. ChatGPT desktop app kini tidak hanya dipakai untuk ngobrol dengan AI, tetapi juga untuk browsing, bekerja dengan dokumen, dan melanjutkan tugas sambil hasilnya tetap bisa ditinjau pengguna.

OpenAI belum menutup pintu bagi pengalaman browsing, tetapi jalurnya sudah berubah. Untuk saat ini, masa depan fitur itu berada di dalam ChatGPT desktop app dan ekstensi Chrome yang baru disiapkan perusahaan.

Source: www.gizmochina.com
Terkait