ATEEZ kembali mencuri perhatian lewat single comeback “BAD” yang menjadi trek utama mini album ke-14 mereka, Golden Hour: Part.5. Lagu ini langsung menonjol karena memadukan bahasa Inggris, Korea, dan Spanyol dalam satu komposisi yang dibalut reggaeton dan hip-hop modern.
Perpaduan itu membuat “BAD” terasa berbeda dari pola K-Pop yang lebih umum. Energinya terdengar lebih menggoda dan ritmis, sekaligus tetap membawa karakter panggung ATEEZ yang ekspresif.
Campuran bahasa yang membangun suasana
Penggunaan tiga bahasa di lagu ini tidak hadir sebagai hiasan semata. Bahasa Inggris dipakai untuk bagian yang mudah menempel di telinga, bahasa Korea menjaga identitas grup, sementara bahasa Spanyol mempertegas nuansa Latin yang kuat sejak awal lagu.
Di Spotify, “BAD” sudah mengumpulkan 2,3 juta stream. Video musiknya di YouTube juga telah ditonton 16 juta kali, menandakan respons pendengar yang datang cepat setelah perilisannya pada 26 Juni.
| Informasi | Rincian |
|---|---|
| Single | “BAD” |
| Album | Golden Hour: Part.5 |
| Tanggal rilis | 26 Juni |
| Stream Spotify | 2,3 juta |
| Views YouTube | 16 juta |
Makna “BAD” yang sebenarnya bukan negatif
Secara tematik, lagu ini bercerita tentang seseorang yang dibuat tak berdaya oleh daya tarik orang lain. Sosok tersebut digambarkan memiliki pesona kuat, mulai dari senyum, penampilan, hingga cara bergeraknya.
Istilah “so bad” dalam chorus tidak dimaksudkan sebagai sesuatu yang buruk. Ungkapan itu justru dipakai untuk menggambarkan figur yang sangat memikat, penuh karisma, dan sulit diabaikan.
Lirik romanized yang memperkuat kesan Latin
Verse pertama dan kedua menampilkan banyak referensi visual yang membangun citra sosok yang memesona. Ada penyebutan “Mona Lisa”, “red, hot señorita”, hingga “Photoshop”, yang memberi kesan bahwa daya tarik sosok itu terasa hampir tidak nyata.
Di bagian lain, frasa seperti “moving up the tempo” dan “switching up the pace” menegaskan energi lagu yang dinamis. Arah itu membuat “BAD” terasa seperti lagu yang sengaja dirancang untuk bergerak cepat dan tetap menggoda.
Bagian chorus dan bridge yang paling menempel
Chorus menjadi bagian paling mudah diingat karena pengulangan “She’s so bad” dibuat sederhana namun kuat. Hook itu berfungsi langsung untuk menegaskan tema utama lagu tentang sosok yang memikat dan sulit dilupakan.
Bridge menghadirkan warna yang lebih sinematik lewat rangkaian citra seperti “Mona Lisa” dan “señorita”. Lapisan metafora itu menjaga konsistensi nuansa Latin yang sudah dibangun sejak verse pertama.
| Bagian Lagu | Ciri Utama | Fungsi |
|---|---|---|
| Verse | Referensi visual dan gerak | Membangun pesona karakter |
| Chorus | Pengulangan “She’s so bad” | Menjadi hook utama |
| Bridge | “Mona Lisa” dan “señorita” | Memperkuat nuansa Latin dan sinematik |
Secara keseluruhan, “BAD” memperlihatkan bagaimana ATEEZ memadukan reggaeton, hip-hop modern, dan identitas K-Pop dalam satu trek yang berani. Liriknya tidak hanya mengandalkan energi, tetapi juga permainan bahasa dan citra yang membuat lagu ini terasa padat sejak bagian pertama.
Source: www.medcom.id






