ASUS kembali mendorong batas laptop gaming kelas atas lewat ROG Strix Scar 18 versi 2026. Mesin 18 inci ini tidak hanya mengejar performa tinggi, tetapi juga mengubah cara beban kerja dibagi antara CPU dan GPU.
Sorotan terbesarnya ada pada pendekatan daya yang jauh lebih agresif. Total system budget power perangkat ini menembus 320W, naik 65W dibanding versi 2025, dan itu menunjukkan bahwa laptop ini memang disiapkan untuk beban kerja berat.
CPU dipaksa ikut memikul beban besar
Di jantung perangkat ini ada Intel Core Ultra 9 290HX Plus. Prosesor tersebut membawa 24 core, 32 threads, kecepatan hingga 5.5GHz, serta NPU terintegrasi 15 TOPS untuk kebutuhan AI.
Yang membuat generasi ini berbeda bukan hanya speknya, tetapi juga cara ASUS mengatur kerja komponen internal. Dalam mode Turbo, CPU berjalan di 95W dan bisa melonjak sampai 145W pada mode Manual.
Skema itu membuat beban kalkulasi berat bisa lebih banyak dipindahkan dari GPU ke CPU. Saat dipakai menjalankan game AAA berat, pembagian tugas ini dirancang agar alur performa terasa lebih mulus.
RTX 5090 tetap jadi pusat tenaga grafis
Meski CPU mendapat porsi kerja lebih besar, sektor grafis tetap berada di level puncak. ASUS membekali ROG Strix Scar 18 (2026) dengan NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop GPU dan TGP 175W.
Kombinasi CPU bertenaga tinggi dan GPU flagship itu menjadi alasan utama total daya sistemnya bisa mencapai 320W. Angka tersebut menegaskan bahwa perangkat ini bukan pembaruan kecil, melainkan mesin yang disiapkan untuk performa kelas monster.
Layar 4K 240Hz dengan Mini LED
ASUS juga membawa panel ROG Nebula HDR 18 inci yang langsung menonjol di kelasnya. Layar ini disebut sebagai yang pertama di dunia yang menggabungkan resolusi 4K 3840×2400, refresh rate 240Hz, dan teknologi Mini LED.
Spesifikasinya masih ditambah dengan lebih dari 2.000 local dimming zones. Panel ini juga punya tingkat kecerahan puncak 1.600 nits dalam mode HDR, sertifikasi VESA True Black 1000, dan cakupan warna 100% DCI-P3.
Ada pula teknologi ROG Nebula ELMB yang diklaim mampu mempertajam objek bergerak cepat hingga 16 kali lipat tanpa menurunkan kecerahan layar. Untuk mengurangi pantulan, ASUS menambahkan lapisan anti-glare AGLR yang disebut mampu memangkas refleksi cahaya hingga 55%.
Ramah upgrade, tetap ekstrem
ROG Strix Scar 18 (2026) masih menjaga ciri laptop desktop replacement lewat ruang upgrade yang sangat longgar. ASUS menyediakan dua slot SO-DIMM yang mendukung RAM hingga 128GB DDR5-6400.
Untuk penyimpanan, perangkat ini menampung hingga 8TB lewat dua slot PCIe 5.0 NVMe SSD. Kedua slot itu juga bisa berjalan dalam konfigurasi RAID 0 untuk kecepatan yang lebih tinggi.
Pendinginan baru dan daya besar
Untuk menahan konsumsi daya sebesar itu, ASUS merombak sistem pendingin secara menyeluruh. Laptop ini memakai desain kipas dan vapor chamber baru, serta tetap menggunakan Liquid Metal sebagai penghantar panas premium.
Perangkat ini juga dibekali power brick eksternal 450W yang ukurannya tentu tidak kecil. Dengan baterai 90Wh di dalamnya, laptop ini lebih cocok dipandang sebagai mesin performa tinggi yang masih mobile secara teknis, bukan perangkat ringan untuk dibawa setiap hari.
ASUS belum mengumumkan harga global resmi untuk model ini. Sebagai pembanding, model 2025 dibanderol di kisaran $6,299, sehingga versi 2026 diperkirakan akan masuk ke level harga yang tidak ramah dompet.







