Astronom kini menyoroti salah satu objek paling sulit dilihat di alam semesta: lubang hitam dorman paling jauh yang pernah ditemukan sejauh ini. Objek itu berada di galaksi MRG-M0138, sekitar 10 miliar tahun cahaya dari Bumi, dan temuan ini membuka jalan untuk memahami lebih banyak tentang lubang hitam yang selama ini masih menyimpan banyak misteri.
Yang membuatnya menarik bukan hanya jaraknya yang ekstrem, tetapi juga statusnya yang “tidur”. Lubang hitam ini tidak aktif dan tidak sedang menelan materi di sekitarnya, sehingga tidak memancarkan tanda terang seperti quasar yang biasanya membantu astronom mengenali objek semacam ini.
Terungkap lewat pembelokan cahaya kosmik
Tim peneliti mengidentifikasi objek ini dengan bantuan data dari Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA. Karena lubang hitam tersebut nyaris tak terlihat, para astronom memanfaatkan efek lensa gravitasi saat sebuah galaksi lain berada di antara MRG-M0138 dan Bumi.
Pembelokan cahaya itu memungkinkan pengamatan terhadap gerakan bintang-bintang di dekat lubang hitam. Dari pergerakan bintang-bintang itulah para peneliti dapat menelusuri keberadaan objek masif yang tidak memancarkan cahaya langsung.
Massanya sangat besar untuk objek yang begitu jauh
Berdasarkan kecepatan bintang-bintang di sekitarnya, massa lubang hitam itu diperkirakan mencapai sekitar 6 miliar kali massa Matahari. Angka itu menempatkannya sebagai objek yang sangat masif, meski berada di galaksi yang letaknya luar biasa jauh dari tata surya.
Temuan ini juga menambah nilai ilmiah dari Webb karena instrumen tersebut membantu astronom mempelajari objek yang selama ini sulit dijangkau. Dengan data yang lebih rinci, para peneliti berharap bisa membaca jejak dinamika di sekitar lubang hitam dorman seperti ini dengan lebih akurat.
Mengapa jenis lubang hitam ini sulit dipelajari
Lubang hitam aktif relatif lebih mudah dipelajari karena memancarkan energi saat menarik materi di sekitarnya. Sebaliknya, lubang hitam dorman seperti yang ada di MRG-M0138 jauh lebih sulit dikenali karena minim sinyal terang yang bisa diamati langsung.
Itulah sebabnya kombinasi lensa gravitasi dan data Webb menjadi kunci dalam studi ini. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa objek yang hampir tak terlihat pun masih bisa ditemukan lewat pengamatan tidak langsung yang sangat presisi.
Penting untuk memahami evolusi lubang hitam
Perilaku dan evolusi lubang hitam dorman masih belum dipahami dengan baik. Karena itu, penemuan baru ini dipandang penting bukan hanya untuk satu objek, tetapi juga untuk memperluas pemahaman tentang kelas lubang hitam yang sama di alam semesta.
Astronom juga menilai temuan ini dapat membantu pencarian objek serupa lainnya. Jika lebih banyak lubang hitam dorman jauh berhasil dideteksi, para peneliti berpeluang menjawab pertanyaan yang selama ini belum terjawab tentang bagaimana objek-objek kosmik raksasa ini terbentuk dan berkembang.
Source: www.notebookcheck.net






