Astra Dorong Karyawan Beralih ke Transum, Cashback AstraPay Jadi Pancingan Baru

Astra mengambil langkah yang cukup tegas untuk membentuk kebiasaan baru di internal perusahaan. Lewat program “Insan Astra Ayo Naik Transum Jakarta”, karyawan didorong lebih rutin memakai transportasi umum saat berangkat dan pulang kerja.

Inisiatif ini tidak hanya menyasar efisiensi mobilitas harian, tetapi juga membawa pesan lingkungan yang lebih besar. Astra menempatkannya sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan dorongan untuk Jakarta yang lebih hijau, berkelanjutan, dan inklusif.

Cashback AstraPay jadi insentif baru

Untuk memperkuat program itu, Astra menyiapkan skema cashback melalui aplikasi AstraPay. Layanan pembayaran tersebut sudah terintegrasi dengan Transjakarta dan MRT Jakarta sehingga karyawan lebih mudah membayar perjalanan.

Pendekatan ini membuat ajakan naik transportasi umum tidak berhenti pada imbauan. Astra menggabungkan kebijakan internal dengan insentif praktis agar perubahan perilaku mobilitas lebih mudah diterapkan dalam keseharian.

Perusahaan menilai kebiasaan baru ini penting untuk mengurangi kemacetan dan emisi di Jakarta. Di saat yang sama, perjalanan karyawan diharapkan menjadi lebih praktis karena terkoneksi langsung dengan moda transportasi publik yang sudah tersedia.

Dukungan dari Pemprov DKI

Peluncuran program dilakukan di Menara Astra, Jakarta, dengan kehadiran Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung serta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Presiden Direktur Astra Rudy, direksi, eksekutif Grup Astra, dan para karyawan juga hadir dalam acara tersebut.

Pramono menyampaikan apresiasi atas langkah Astra yang ikut mengampanyekan penggunaan transportasi umum di ibu kota. Ia menilai inisiatif itu bisa memberi dampak baik dan menjadi contoh bagi perusahaan lain.

“Saya memberikan apresiasi kepada Astra sebagai perusahaan dengan sejarah panjang dan kontribusi besar bagi Indonesia yang hari ini turut mengambil bagian dalam kampanye penggunaan transportasi umum di Jakarta,” ujar Pramono Anung. Ia berharap langkah itu bisa memperkuat budaya naik transportasi umum di Jakarta.

Rudy mengatakan program ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan Jakarta. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi mobilitas yang relevan.

Dari budaya kerja ke dampak publik

Astra melihat program transportasi umum ini sebagai cara untuk mendorong perubahan perilaku dari lingkungan kerja. Harapannya, kebiasaan tersebut tidak berhenti di kantor, tetapi meluas menjadi budaya mobilitas yang lebih ramah lingkungan di masyarakat.

Langkah ini juga sejalan dengan filosofi Catur Dharma yang menjadi landasan perusahaan. Dalam pandangan Astra, keberlanjutan tidak hanya hadir lewat bisnis, tetapi juga lewat program yang memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Astra 2030 Sustainability Aspirations yang dijalankan sejak 2022 menjadi bagian dari arah besar itu. Peta jalan tersebut memuat target pengurangan emisi gas rumah kaca, peningkatan penggunaan energi terbarukan, pengurangan intensitas penggunaan air, serta peningkatan daur ulang limbah padat.

Jejak Astra di Jakarta dan skala dampaknya

Di Jakarta, Astra sebelumnya sudah menghadirkan karya seni dan instalasi kreatif di sejumlah titik transportasi publik. Lokasinya antara lain Halte Transjakarta Bundaran HI Astra, Halte Transjakarta Menara Astra, dan Stasiun MRT Setiabudi Astra.

Perusahaan juga aktif menjalankan program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Jakarta, termasuk di Kepulauan Seribu. Astra mendukung Program Kampung Iklim di 21 kampung bersama Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Selain itu, Astra menyebut telah menanam lebih dari satu juta pohon, mengelola bank sampah, membina ratusan sekolah, serta mendampingi puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Di sisi pemberdayaan masyarakat, program Desa Sejahtera Astra sudah membina lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi.

Jangkauan program itu disebut telah menyentuh lebih dari tiga juta penerima manfaat. Nilai valuasi ekspor produk desa binaan juga mencapai Rp411 miliar, memperlihatkan bahwa agenda keberlanjutan Astra berjalan seiring dengan skala usaha yang besar.

Exit mobile version