Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menaikkan standar integritas bagi aparatur sipil negara ke level yang jauh lebih luas dari target awal KPK. Dari target minimal 2.500 peserta, Pemprov Jateng sudah menuntaskan sekitar 7.245 ASN dalam program e-learning berintegritas.
Capaian itu membuat Jawa Tengah melampaui target hingga 289,8 persen dan ikut memberi sinyal bahwa pencegahan korupsi di lingkungan birokrasi bisa berjalan lewat pendidikan yang terukur. Di saat yang sama, Pemprov Jateng menyiapkan langkah lanjutan agar seluruh ASN di lingkungannya bisa ikut tersentuh program serupa.
Integritas diposisikan sebagai marwah instansi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa integritas adalah syarat utama agar pemerintahan berjalan baik dan bersih. Menurut dia, penguatan integritas dibutuhkan untuk menjaga clear dan good governance.
Ia juga menyebut integritas sebagai marwah suatu dinas atau institusi. Karena itu, pencegahan perilaku menyimpang, pelanggaran hukum, dan penyalahgunaan wewenang dianggap tidak bisa ditawar.
Program e-learning dari Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi alat edukasi sekaligus pencegahan bagi ASN di Jawa Tengah. Ahmad Luthfi menilai langkah KPK sangat bagus untuk mendidik aparatur agar tidak melanggar hukum.
Jawa Tengah melampaui target KPK
KPK semula menargetkan sedikitnya 2.500 ASN di Jawa Tengah mengikuti program itu. Namun Pemprov Jateng berhasil membawa jumlah peserta ke sekitar 7.245 ASN, jauh di atas target yang ditetapkan.
Atas capaian tersebut, KPK memberikan penghargaan kepada Pemprov Jateng. Penghargaan diserahkan Ketua KPK RI Setyo Budiyanto kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Launching Nasional Program E-Learning ASN Berintegritas di Kantor Lembaga Administrasi Negara RI, Jakarta, pada Rabu (17/6/2026).
Setyo Budiyanto juga mengapresiasi kementerian dan pemerintah daerah yang ikut dalam program piloting tersebut. Total peserta dari 12 instansi sudah mencapai 55.493 ASN, dengan cakupan yang menurut KPK bukan hanya untuk kepentingan lembaganya, melainkan untuk ASN se-Indonesia.
Batch baru disiapkan untuk seluruh ASN
Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah Uswatun Hasanah mengatakan Pemprov Jateng akan membuka batch e-learning baru. Setiap batch akan diisi 3.000 ASN untuk mengejar sekitar 47.000–49.000 ASN Pemprov Jateng.
Evaluasi pelaksanaan juga sudah dilakukan. Pada awalnya, target peserta dipasang 10.000 ASN, tetapi prosesnya terkendala migrasi materi dan tingginya animo peserta yang membuat login melambat.
Untuk mengatasi hambatan itu, BPSDMD bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Digital menyiapkan penguatan server. Opsi lain yang dipersiapkan adalah migrasi ke Virtual Private Server, optimalisasi konten pembelajaran agar lebih ringan, serta pengaturan jumlah peserta per angkatan agar lebih proporsional.
Setyo Budiyanto menyebut jumlah ASN di Indonesia sekitar 6,7 juta, sementara peserta program baru mencapai 55 ribu. Karena itu, ia mendorong E-Learning ASN Berintegritas dijadikan gerakan nasional pembelajaran integritas bagi aparatur negara.
