Mikel Arteta kembali menunjukkan fleksibilitas taktiknya saat Arsenal menundukkan West Ham United 1-0 di Stadion London. Keputusan mengubah komposisi lini tengah di tengah laga memberi The Gunners jalan keluar saat pertandingan berjalan ketat.
Gol kemenangan baru lahir pada menit ke-83 lewat Leandro Trossard. Martin Odegaard mengirim umpan matang yang diselesaikan Trossard, dan Arsenal pulang dengan tiga poin penting dari laga Liga Inggris itu.
Eksperimen di lini tengah
Perubahan paling mencolok terlihat pada peran Myles Lewis-Skelly. Pemain berusia 19 tahun itu kembali dipasang sebagai gelandang, padahal posisi aslinya adalah bek kiri.
Lewis-Skelly berduet dengan Declan Rice di poros ganda lini tengah. Sementara itu, Martin Zubimendi harus memulai laga dari bangku cadangan karena Arteta memilih struktur yang lebih fleksibel sejak awal.
Eksperimen itu bukan keputusan mendadak. Arteta sudah mulai mencoba Lewis-Skelly di lini tengah sejak kemenangan atas Fulham pada 2 Mei lalu.
Percobaan serupa juga terlihat saat Arsenal menyingkirkan Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions. Arteta tampak ingin punya opsi tambahan ketika situasi pertandingan menuntut perubahan cepat.
Perubahan darurat saat laga berjalan
Rencana itu sempat bergeser karena kondisi pertandingan. Zubimendi masuk pada menit ke-28 untuk menggantikan Ben White yang cedera, lalu Rice turun ke bek kanan karena Jurrien Timber belum pulih.
Perubahan darurat tersebut sempat mengganggu keseimbangan Arsenal. Koordinasi Lewis-Skelly dan Zubimendi belum mampu meredam dominasi lini tengah West Ham.
Arteta kemudian mencari jawaban lain selepas jeda. Respons itu datang lewat Cristhian Mosquera pada awal babak kedua, saat Riccardo Calafiori ditarik keluar dan Rice kembali ke posisi asalnya di tengah.
Setelah susunan itu berubah, Arsenal mulai menguasai ritme permainan dengan lebih baik. Aliran bola mereka terlihat lebih teratur dalam fase membangun serangan dan menjaga kontrol pertandingan.
Dorongan lebih ofensif
Arteta lalu menambah tenaga serang pada menit ke-67. Odegaard dan Kai Havertz dimasukkan, sementara Zubimendi dan Eberechi Eze keluar untuk membuka ruang bagi pendekatan yang lebih ofensif.
Langkah itu membuat sirkulasi bola Arsenal menjadi lebih cair di area pertahanan lawan. Arteta menyebut pergantian tersebut sebagai upaya untuk memberi tim fluiditas dan menciptakan masalah bagi lawan.
Ia juga mengakui keputusan menarik keluar Zubimendi tidak mudah. Namun Arteta menilai Arsenal perlu menempatkan dua gelandang serang agar tekanan ke West Ham meningkat dan peluang mencetak gol tetap terjaga.
Hasil akhirnya memperlihatkan perubahan itu bekerja. Arsenal tetap tampil efektif dalam laga yang ketat, dan kemenangan tipis tersebut mempertegas tren positif mereka musim ini.
Bagi Arsenal, laga ini bukan hanya soal tiga poin. Pertandingan tersebut juga menunjukkan bahwa Arteta masih memiliki beberapa opsi untuk mengubah arah permainan, terutama ketika lini tengah harus disusun ulang di tengah tekanan lawan.
