Arief Muhammad Unggah Kode NSPD, Sinyal IPO RM Payakumbuah Makin Dekat

Unggahan Arief Muhammad soal Rapat Umum Pemegang Saham Rumah Makan Padang Payakumbuah dengan kode ticker NSPD memicu spekulasi baru di pasar modal. Foto yang ia bagikan di akun media sosial pribadinya pada Selasa, 5 Mei 2026, langsung dibaca banyak warganet sebagai sinyal kuat menuju pencatatan perdana saham atau initial public offering di Bursa Efek Indonesia.

Respons Arief ikut menambah rasa penasaran publik. Saat pengikutnya menanyakan kepastian jadwal melantainya rumah makan tersebut di bursa, ia hanya menjawab singkat, “Sabar”.

Kode NSPD jadi sorotan

Tagar #NSPD dalam unggahan itu memperkuat dugaan bahwa ada langkah korporasi yang sedang disiapkan untuk RM Padang Payakumbuah. Hingga kini, manajemen belum memberikan tanggapan lanjutan soal detail aksi korporasi yang dimaksud.

Sorotan terhadap isu IPO juga menguat karena RM Padang Payakumbuah berada di bawah naungan PT Makan Padang Pakai Tangan. Perusahaan itu didirikan sejak Juni 2022 dengan sistem kemitraan dan kini mereknya sudah cukup dikenal luas.

Spekulasi menguat di tengah pipeline BEI

Di saat isu itu mencuat, Bursa Efek Indonesia memang mengonfirmasi bahwa antrean calon emiten untuk IPO tahun ini masih cukup ramai. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyebut klasifikasi aset perusahaan dalam daftar tunggu didominasi oleh perusahaan skala besar.

Sampai dengan 30 April 2026, baru ada 1 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp 0,30 triliun. Pada saat yang sama, data BEI menunjukkan ada 15 perusahaan yang sedang bersiap melakukan IPO.

Dari total itu, 11 perusahaan memiliki aset di atas Rp 250 miliar. Empat perusahaan lainnya masuk kategori aset skala menengah, sehingga komposisi calon emiten yang menunggu giliran masih didominasi pemain dengan basis bisnis relatif besar.

Sektor konsumer paling ramai

Data BEI juga memperlihatkan sektor konsumer menjadi penyumbang terbesar dalam pipeline IPO saat ini. Baik konsumer siklikal maupun konsumer non-siklikal sama-sama muncul dengan jumlah yang tinggi dalam daftar antrean.

Rinciannya, konsumer siklikal tercatat 3 perusahaan dan konsumer non-siklikal juga 3 perusahaan. Selain itu, sektor kesehatan ada 3 perusahaan, infrastruktur 2 perusahaan, teknologi 2 perusahaan, energi 1 perusahaan, dan finansial 1 perusahaan.

Kombinasi antara unggahan Arief Muhammad dan kondisi pipeline IPO BEI membuat spekulasi soal masa depan RM Padang Payakumbuah cepat menyebar. Namun tanpa penjelasan resmi dari manajemen, status rencana pencatatan saham restoran tersebut masih berada di ranah dugaan pasar.

Terkait