Apple Cari Jalan Keluar dari Krisis Memori, Lirik Pemasok China yang Dilarang Pentagon

Apple disebut sedang mencari cara untuk meredakan krisis pasokan memori yang menekan biaya komponen dan mempersempit pilihan pemasok. Salah satu opsi yang kini dibahas adalah izin untuk membeli chip memori dari CXMT, produsen asal China yang masuk daftar 1260H Pentagon.

Langkah itu menempatkan Apple di tengah persimpangan yang rumit. Di satu sisi, perusahaan perlu menambah suplai untuk menjaga rantai pasok tetap bergerak, tetapi di sisi lain, CXMT memiliki status yang sensitif karena dikaitkan dengan Tentara Pembebasan Rakyat oleh Departemen Pertahanan AS.

Tekanan pasokan membuat Apple mencari pintu baru

Menurut Financial Times, permintaan izin itu pertama kali dibahas Apple dengan Departemen Perdagangan sekitar sebulan lalu. Jika izin diberikan, CXMT bisa menjadi pemasok keempat Apple di tengah pasar memori yang makin ketat.

Saat ini Apple membeli memori dari Micron, Samsung, dan SK Hynix. Ketiganya juga ikut terdampak lonjakan permintaan dari pusat data AI yang menyerap pasokan besar dari elektronik konsumen.

Counterpoint Research mencatat harga memori sudah naik empat kali lipat dalam tiga kuartal terakhir. Dalam kondisi seperti itu, tambahan pemasok dari CXMT berpotensi membantu Apple mengurangi ketergantungan pada rantai pasok yang semakin sempit.

Risiko politik tetap membayangi keputusan ini

Secara teknis, Apple tidak dilarang membeli dari CXMT karena pembatasan 1260H berlaku untuk Departemen Pertahanan, bukan langsung untuk perusahaan swasta. Namun, langkah itu tetap bisa memicu risiko bagi hubungan kontrak federal Apple jika dilakukan tanpa persetujuan pemerintah.

Kongres juga sudah memberi sinyal penolakan. John Moolenaar, yang memimpin upaya Kongres untuk menyelidiki pengaruh geopolitik China, mengatakan kepada Financial Times bahwa langkah tersebut akan menjadi kesalahan besar.

Posisi CXMT di daftar Pentagon membuat opsi ini tidak hanya soal bisnis, tetapi juga soal dampak geopolitik yang bisa memengaruhi posisi Apple di Washington. Pemerintahan Trump belum menyatakan apakah permintaan itu akan disetujui.

Tekanan biaya Apple belum mereda

Kabar soal CXMT muncul hanya dua hari setelah Apple menaikkan harga di lini Mac dan iPad, dalam kenaikan harga paling luas di era modern perusahaan itu. MacBook Neo naik dari $599 menjadi $699, sementara MacBook Air 13 inci naik dari $1.099 menjadi $1.299.

Harga iPad Pro juga naik $200, dan analis Evercore Amit Daryanani menilai kenaikan itu setara sekitar 17% hingga 25% pada konfigurasi dasar. Setelah langkah itu, saham Apple turun 6,1% pada hari yang sama dan menghapus sekitar $265 miliar dari nilai pasar perusahaan.

CEO Apple Tim Cook sebelumnya mengatakan keterbatasan memori kemungkinan akan bertahan beberapa bulan lagi. Masalah ini juga akan diwariskan kepada CEO berikutnya, John Ternus, yang dijadwalkan mengambil alih pada 1 September.

Apple belum memberikan komentar atas laporan mengenai CXMT, sehingga arah keputusan berikutnya masih menjadi tanda tanya besar bagi strategi pasokan perusahaan.

Source: www.notebookcheck.net

Terkait