Kebakaran kecil di area pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, langsung menyita perhatian publik karena asap tebal sempat terlihat dan beredar luas di dunia maya. Namun, insiden itu ternyata terjadi di salah satu bangunan yang masih dalam tahap pembangunan dan berhasil dikendalikan dalam waktu singkat.
PT BYD Motor Indonesia memastikan kejadian tersebut benar terjadi di area BYD Subang. Penjelasan resmi itu disampaikan melalui Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, yang menegaskan bahwa titik insiden berada di bagian konstruksi proyek.
Api muncul singkat di bagian atap
Luther menjelaskan bahwa kebakaran yang terjadi tergolong kecil. Api muncul di bagian atap bangunan, lalu memunculkan asap yang terlihat dari luar area proyek.
Meski sempat menimbulkan kepanikan di ruang publik, perusahaan menyebut situasi cepat ditangani. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih berada dalam proses investigasi. Karena itu, perusahaan belum memberikan keterangan tambahan terkait detail pemicu munculnya api.
Proyek strategis yang terus berjalan
Pabrik BYD di Subang dibangun di atas lahan seluas 100 hektar. Lokasi ini dipilih karena dinilai strategis, dekat dengan Pelabuhan Patimban dan berada di koridor industri otomotif yang terhubung dengan Karawang serta Cikarang.
Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat produksi kendaraan listrik untuk pasar domestik dan ekspor ke Asia Tenggara. Pada tahap awal, kapasitas produksinya ditargetkan mencapai 150.000 unit per tahun.
BYD juga telah menanamkan investasi sekitar Rp 11,7 triliun untuk proyek pabrik itu. Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun depan.
Penguatan standar keselamatan
Menanggapi insiden tersebut, BYD menginstruksikan kontraktor untuk memperkuat penerapan protokol dan standar keselamatan di seluruh area proyek. Langkah ini diambil di tengah proses investigasi yang masih berlangsung.
Perusahaan belum membuka detail lain mengenai penanganan teknis di lapangan. Namun, penegasan soal keselamatan menjadi sorotan penting karena kejadian muncul di salah satu bangunan yang belum selesai dibangun.
Insiden ini ikut menyoroti proyek besar BYD di Indonesia yang sedang memasuki fase penting pembangunan. Di sisi lain, penjelasan perusahaan meredakan spekulasi yang sempat berkembang setelah kepulan asap terlihat jelas dari area pabrik.
Source: www.liputan6.com