Antrean BBM di Madura Membelit Warga, DPRD Jatim Minta Pemerintah Tak Diam

Author: Cung Media

Antrean panjang BBM di Madura mulai memukul aktivitas harian warga dan memunculkan kekhawatiran soal pasokan yang tak kunjung normal. DPRD Jawa Timur pun mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera turun tangan agar masalah ini tidak berkembang lebih jauh.

Di sejumlah titik di Pulau Madura, antrean didominasi kendaraan yang hendak membeli BBM bersubsidi, terutama Pertalite dan Bio Solar. Kondisi itu membuat warga harus menunggu lebih lama di SPBU, bahkan sebagian mencari alternatif lain untuk sekadar mengisi bahan bakar.

Antrean Merembet ke Pertashop

Warga Bangkalan, Hadi, mengatakan antrean panjang sudah terjadi selama beberapa hari dan bahkan ikut merembet ke Pertashop. Karena antrean di SPBU dianggap terlalu lama, ia akhirnya memilih mengisi BBM di Pertashop.

Fenomena kosongnya BBM di tingkat pengecer juga ikut dirasakan sebagian warga. Situasi ini membuat kebutuhan bahan bakar harian menjadi lebih sulit dipenuhi, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk beraktivitas.

Situasi di Lapangan Detail Dampak
SPBU di Madura Antrean didominasi kendaraan pembeli Pertalite dan Bio Solar Warga harus menunggu lebih lama
Pertashop Menjadi alternatif saat antrean SPBU terlalu panjang Warga mencari jalur pengisian lain
Pengecer BBM kosong di sebagian titik Kebutuhan harian makin sulit dipenuhi

DPRD Minta Distribusi Dipastikan Lancar

Anggota Komisi C DPRD Jatim, Nur Faizin, meminta pemerintah memastikan distribusi dan pasokan BBM ke seluruh SPBU di Madura kembali normal. Ia menilai antrean panjang yang terus terjadi tidak boleh dibiarkan karena berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.

Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jawa Timur itu juga menekankan bahwa persoalan ini dapat menghambat aktivitas ekonomi di daerah. Menurutnya, kebutuhan BBM masyarakat harus menjadi prioritas agar roda kegiatan harian tetap berjalan.

Transparansi Soal Penyebab Dinilai Penting

Nur Faizin juga meminta instansi terkait, termasuk Pertamina, memberi penjelasan yang transparan mengenai penyebab antrean tersebut. Keterbukaan informasi, menurut dia, diperlukan agar masyarakat tidak panik dan tidak memperburuk situasi di lapangan.

Ia menilai kepanikan bisa memicu panic buying dan membuat kondisi semakin sulit dikendalikan. Karena itu, jika ada kendala distribusi, masalah tersebut diminta segera diatasi dengan langkah konkret agar aktivitas masyarakat dan perekonomian Madura tidak terganggu.

Source: madurapost.net
Terbaru