Anthony Xie menerapkan batasan ketat penggunaan gadget untuk putranya, Anzel Maverick Xie. Ia menilai paparan layar bisa membuat anak terlalu terpaku hingga kurang memperhatikan hal-hal di sekelilingnya.
Kekhawatiran Anthony bukan hanya soal durasi menatap layar, melainkan perubahan sikap Anzel setelah menggunakan gadget. Menurutnya, penggunaan yang berlebihan dapat membuat anak lebih mudah rewel.
Memilih mainan ketimbang layar
Di rumah, Anthony lebih banyak mengarahkan Anzel untuk bermain dengan mainan. Karena kesempatan memakai gadget tidak banyak, Anzel disebut lebih sering meminta mainan daripada meminta tontonan dari gawai.
“Minta mainan sih, ya. Soalnya aku nggak berapa kasih nonton gadget. Minta mainan sih, minta mainan doang,” ungkap Anthony.
Bagi Anthony, pembatasan ini menjadi cara agar putranya tidak kehilangan minat pada aktivitas lain. Ia melihat anak bisa menjadi sangat fokus pada gadget dan lupa dengan lingkungan maupun kegiatan di sekitarnya.
Anthony juga mengaitkan kondisi tersebut dengan suasana hati Anzel. “Gitu aja sih. Dia bisa terlalu fokus sama gadget dan lupa sama semuanya, jadi cranky,” pungkasnya.
Anzel makin aktif di usia lima tahun
Aturan penggunaan gadget itu diterapkan ketika Anzel telah berusia lima tahun. Putra semata wayang Anthony dan Audi Marissa tersebut disebut menunjukkan perkembangan yang pesat dalam berbagai aktivitasnya.
Anthony mengatakan Anzel sudah bisa membaca dan menguasai bahasa Mandarin. Kemampuan itu berjalan beriringan dengan sifatnya yang kini semakin aktif serta kritis saat menyampaikan pendapat.
Ia melihat cara putranya merespons berbagai hal mulai menyerupai anak yang lebih besar. Anzel disebut sudah dapat membandingkan sesuatu dan menyampaikan penolakan ketika tidak setuju.
“Sudah bisa ngelawan, sudah bisa compare sana, compare sini, udah seperti orang besar lah, pokoknya gitu,” ujar Anthony Xie. Ucapan tersebut menggambarkan perubahan yang ia lihat dalam cara Anzel berkomunikasi sehari-hari.
Menari dan gimnastik jadi penyaluran energi
Aktivitas fisik menjadi bagian lain yang menonjol dari keseharian Anzel. Anthony menyebut anaknya kini sulit diam dan tertarik menjalani kegiatan seperti gimnastik serta menari.
Minat terhadap menari juga terlihat di lingkungan sekolah. Menurut Anthony, guru Anzel turut menyampaikan bahwa anak tersebut sangat menyukai dancing.
“Kalau sekarang sih mungkin dia lebih nggak bisa diam. Jadi kayak di gymnastic lah, dancing lah,” kata Anthony. Ia menambahkan bahwa keterangan dari guru sekolah juga mengarah pada kegemaran Anzel terhadap tari.
Pernyataan Anthony mengenai perkembangan putranya disampaikan saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026). Keterangan itu dilaporkan detik.com.
Di tengah kemampuan membaca, bahasa Mandarin, serta ketertarikan Anzel pada kegiatan fisik, Anthony tetap menempatkan pembatasan gadget sebagai bagian penting dari pola asuhnya. Ia memilih memberi ruang lebih besar bagi putranya untuk berinteraksi dengan mainan dan aktivitas di luar layar.
Source: hot.detik.com






