Harga emas batangan bersertifikat Antam bergerak melemah pada Kamis, 30 April 2026. Di saat yang sama, harga buyback justru naik, sehingga perhatian pasar tertuju pada selisih jual-beli yang semakin tipis.
Pergerakan yang berlawanan ini memberi sinyal bahwa emas masih aktif diperdagangkan sebagai aset lindung nilai. Namun, untuk pembeli ritel, perubahan harga itu tetap perlu dibaca bersama biaya pajak dan tujuan investasi yang digunakan.
Antam turun Rp30.000 per gram
Berdasarkan data di laman Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat Rp2.784.000. Angka itu turun Rp30.000 dari posisi sebelumnya, dan menjadi salah satu perubahan paling menonjol pada perdagangan hari tersebut.
Penurunan juga tercermin pada pecahan lain yang dijual di gerai Logam Mulia Jakarta. Ukuran 0,5 gram berada di Rp1.442.000, sedangkan emas 5 gram dipatok Rp13.320.000.
Pada ukuran yang lebih besar, emas 1.000 gram tercatat Rp2.724.120.000. Seluruh harga tersebut mengacu pada gerai Logam Mulia Jakarta dan dapat berubah mengikuti pergerakan pasar internasional.
Buyback justru menguat
Berbeda dari harga jual, harga buyback Antam naik ke Rp2.769.000 per gram. Kenaikan ini membuat jarak antara harga jual dan harga pembelian kembali lebih sempit dibanding sebelumnya.
Bagi investor, kondisi seperti ini sering menjadi sorotan karena selisih yang tipis dapat memengaruhi potensi hasil saat emas dijual kembali. Situasi tersebut juga membantu membaca apakah pasar sedang bergerak defensif atau mulai mencari momentum baru.
Meski begitu, perubahan buyback tidak selalu berarti tren naik berlanjut. Pasar emas tetap sensitif terhadap pergerakan global, termasuk nilai tukar mata uang dan arah kebijakan moneter yang memengaruhi sentimen investor.
Perhiasan relatif stabil di sejumlah gerai
Di luar emas batangan, harga emas perhiasan pada hari yang sama cenderung tenang. Raja Emas Indonesia, Laku Emas, dan Hartadinata Abadi tercatat tidak menunjukkan perubahan berarti pada kadar yang dipantau.
Di Raja Emas Indonesia, harga emas 24K berada di Rp2.230.000 per gram. Kadar 22K tercatat Rp1.987.000, sementara 18K berada di Rp1.627.000 per gram.
Laku Emas juga memperlihatkan pola yang serupa. Harga 24K berada di Rp2.424.000 per gram, kadar 22K di Rp1.991.000, dan 18K di Rp1.628.000 per gram.
Hartadinata Abadi ikut mencatat harga yang stabil pada kadar yang diperdagangkan. Untuk 22K, harga berada di Rp2.478.000, sedangkan emas 9 karat tercatat Rp1.371.000 dan 6 karat Rp1.083.000.
Apa arti selisih harga yang makin sempit
Selisih antara harga jual dan buyback menjadi salah satu indikator yang banyak dicermati investor emas batangan. Ketika gap mengecil, peluang untuk menutup biaya masuk dan keluar transaksi bisa terlihat lebih cepat dibanding saat selisih masih lebar.
Kondisi itu membuat emas batangan tetap lebih cocok dibaca sebagai instrumen jangka panjang. Pusat Data Kontan menilai, investor membutuhkan waktu agar kenaikan harga mampu menutup selisih transaksi yang ada.
Gambaran itu terlihat dari contoh yang disebut dalam laporan tersebut. Investor yang membeli emas pada 30 Juli 2024 saat harga Rp1.400.000 per gram disebut berpotensi mencatat keuntungan 97,79 persen.
Pajak tetap menjadi perhatian transaksi
Setiap transaksi emas batangan tetap mengikuti ketentuan pajak PPh 22 sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk pembelian emas, tarif pajak dipatok 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.
Untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta, potongan pajak berada di kisaran 1,5 persen hingga 3 persen. Ketentuan ini penting karena dapat mengurangi hasil akhir yang diterima saat emas dijual kembali.
Dengan harga emas batangan Antam yang terkoreksi dan harga buyback yang naik, pasar logam mulia pada hari itu menunjukkan dinamika yang tidak seragam. Sementara emas perhiasan bergerak stabil, emas batangan tetap memperlihatkan sensitivitas tinggi terhadap sentimen global dan kebijakan yang memengaruhi arah pasar.







