Ancaman Hantavirus di MV Hondius, Tiga Warga Kanada Dikarantina Usai 3 Nyawa Melayang

Pemerintah Kanada menempatkan tiga warganya dalam isolasi mandiri setelah wabah hantavirus Andes di kapal pesiar MV Hondius menewaskan tiga orang. Langkah itu diambil untuk mencegah kemungkinan penyebaran lanjutan saat otoritas kesehatan memperketat pemantauan terhadap penumpang dan awak kapal.

Kasus ini menarik perhatian karena WHO telah mengonfirmasi delapan infeksi hantavirus Andes dalam klaster yang sama. Meski risiko kesehatan masyarakat global masih dinilai rendah, virus ini tetap dipantau ketat karena masa inkubasinya panjang dan dalam kondisi tertentu dapat menular antarmanusia.

Langkah darurat di Kanada

Tiga warga Kanada kini berada dalam pengawasan di Ontario dan Quebec. Otoritas setempat menempatkan mereka dalam isolasi untuk memastikan tidak ada gejala yang muncul dan untuk menekan peluang penularan lebih jauh.

Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menyebut pejabat konsuler telah dikirim ke Kepulauan Canary untuk membantu empat warga Kanada yang masih berada di kapal. Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan jika diperlukan untuk memulangkan warga negara lainnya.

Klaster yang memicu kewaspadaan

Wabah di MV Hondius mencuat setelah sejumlah penumpang dan kru dilaporkan terinfeksi hantavirus Andes. Tiga kematian terjadi dalam klaster yang sama, termasuk seorang pria Belanda yang meninggal pada 11 April dan istrinya yang mengalami gejala serupa lalu meninggal sehari kemudian.

Korban ketiga dilaporkan meninggal pada 2 Mei setelah mengalami gejala infeksi berat sejak 28 April. Dua warga Kanada sebelumnya juga sempat turun dari kapal di Pulau St. Helena, Atlantik Selatan, hampir dua pekan lalu bersama 30 penumpang lain dari 12 negara.

Pemantauan juga menjangkau luar kapal

Satu warga Kanada yang kini diisolasi disebut tidak pernah menaiki MV Hondius. Kementerian Kesehatan Quebec menyatakan individu tersebut diduga kontak dengan penumpang terinfeksi saat berada dalam penerbangan internasional.

Otoritas kesehatan Quebec menegaskan kontak itu tidak terjadi dalam jarak dekat. Karena itu, risiko penularannya dinilai sangat rendah, meski tetap masuk dalam pemantauan sebagai langkah pencegahan.

Masa inkubasi panjang jadi perhatian

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengingatkan bahwa masa inkubasi virus Andes dapat mencapai enam minggu. Ia menyebut masih ada kemungkinan kasus tambahan muncul seiring berjalannya waktu.

Tedros juga menjelaskan bahwa virus Andes merupakan satu-satunya hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia, meski penularannya terbatas. Menurut WHO, pola penularan itu tampaknya sesuai dengan situasi yang terjadi pada klaster MV Hondius.

Sekitar 150 penumpang yang masih berada di kapal diminta tetap berada di kabin masing-masing. Kapal pesiar tersebut dijadwalkan bersandar di Granadilla, Tenerife, meski jadwal itu masih bisa berubah sesuai perkembangan di lapangan.

Pengawasan ketat masih berjalan

Menteri Kesehatan Ontario, Sylvia Jones, mengatakan otoritas kesehatan memantau para penumpang setiap hari untuk memastikan protokol karantina dijalankan. Pengawasan itu juga mencakup kesiapan untuk membawa pulang warga lain bila dibutuhkan.

Jones menyebut situasi masih dinamis dan perkembangan akan terus dipantau. Ia memperkirakan masa pemantauan ketat dapat berlangsung hingga sekitar 30 hari ke depan.

Dalam sejarah medis, penularan hantavirus Andes antarmanusia umumnya terjadi melalui kontak dekat dan berkepanjangan, termasuk di lingkungan keluarga atau pada tenaga medis tanpa perlindungan memadai. Karena itu, pengawasan terhadap penumpang MV Hondius dinilai penting untuk mencegah munculnya kasus baru dari klaster yang sama.

Source: www.suara.com
Terkait