Banyak orang tua masih percaya anak yang terkena campak atau cacar harus dijauhkan dari air. Padahal, anggapan itu keliru, karena mandi tetap boleh dilakukan selama kondisi anak stabil dan tidak sedang demam tinggi atau menggigil.
Dokter spesialis kulit dr July Iriani Rahardja menegaskan larangan mandi pada anak dengan campak atau cacar termasuk mitos lama yang tidak tepat. Ia menjelaskan bahwa kebersihan kulit justru perlu dijaga agar tidak muncul masalah tambahan selama masa sakit.
Mandi tetap bermanfaat saat kulit sedang sakit
Saat anak sakit, kulit yang bersih membantu mengurangi penumpukan kotoran dan membuat tubuh lebih nyaman. Jika anak terlalu lama tidak mandi, kotoran bisa menumpuk dan area kulit yang diolesi salep berisiko membentuk koreng.
Kondisi itu membuat perawatan kulit jadi kurang optimal. Karena itu, mandi tidak otomatis berbahaya bagi anak dengan campak atau cacar, selama orang tua memperhatikan kondisi tubuh anak sebelum membersihkannya.
Kapan mandi sebaiknya ditunda
Meski mandi diperbolehkan, orang tua tetap perlu membaca kondisi anak dengan cermat. Jika suhu tubuh sedang tinggi, anak tampak lemah, atau tubuhnya terasa sangat kedinginan, mandi sebaiknya ditunda dulu.
Dr July menyebut mandi aman dilakukan ketika kondisi anak stabil. Artinya, keputusan memandikan anak tidak bisa disamaratakan, tetapi perlu melihat apakah anak sedang menggigil atau tidak nyaman dengan suhu tubuhnya.
Air hangat lebih sesuai untuk anak sakit
Untuk anak yang sedang sakit, air hangat suam-suam kuku lebih dianjurkan. Suhu yang disarankan berada di kisaran 36 sampai 37 derajat celsius agar tubuh tetap nyaman saat mandi.
Pemilihan sabun juga penting. Sabun yang lembut dan aman bagi kulit lebih disarankan dibanding sabun yang terlalu keras, karena kulit anak sedang membutuhkan perlakuan yang lebih hati-hati.
Sabun antiseptik tidak perlu dipakai setiap hari. Penggunaannya hanya diperlukan dalam kondisi tertentu, misalnya bila ada infeksi bakteri yang memang membutuhkan perhatian khusus.
Campak dan cacar sama-sama dipicu virus
Dr July menjelaskan bahwa campak dan cacar merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Karena itu, proses sembuhnya bergantung pada daya tahan tubuh anak.
Ia menyebut penyakit akibat virus pada dasarnya bersifat self-limiting disease, yakni dapat sembuh dengan sendirinya. Dalam situasi seperti ini, imunitas tubuh memegang peran penting dalam pemulihan.
Fakta ini membuat perawatan harian menjadi sangat relevan. Kebersihan tubuh, kenyamanan anak, dan pemantauan gejala menjadi bagian penting dari proses penyembuhan.
Peran orang tua selama masa pemulihan
Selain menjaga kebersihan kulit, orang tua juga perlu memastikan anak menjalani pola hidup bersih dan sehat. Asupan makanan bergizi seimbang turut membantu tubuh melawan penyakit selama masa pemulihan.
Perawatan sederhana sering kali memberi dampak besar pada kenyamanan anak. Mandi dengan cara yang tepat, menjaga kulit tetap bersih, dan memperhatikan apakah demam masih muncul menjadi langkah yang bisa membantu proses sakit berlangsung lebih ringan.
Di sisi lain, mitos larangan mandi kerap membuat orang tua ragu melakukan perawatan yang sebenarnya bermanfaat. Padahal, selama kondisi anak memungkinkan, mandi dengan air suam-suam kuku dan sabun yang lembut justru dapat membantu menjaga kebersihan kulit tanpa memperburuk keadaan.
Source: www.beritasatu.com