Alwi Farhan membuka Japan Open 2026 dengan hasil yang terasa sangat penting. Tunggal putra Indonesia itu menyingkirkan Kenta Nishimoto di Tokyo Metropolitan Gymnasium dan membalikkan catatan pertemuan yang sebelumnya tidak berpihak kepadanya.
Kemenangan dua gim langsung itu bukan hanya mengantar Alwi ke babak berikutnya, tetapi juga menjadi jawaban atas dua kekalahan dari Nishimoto pada tahun lalu. Di hadapan publik tuan rumah, Alwi tampil lebih tenang dan efektif saat laga masuk fase penentuan.
Permainan Alwi Makin Rapi Setelah Interval
Awal gim pertama berjalan ketat sebelum Alwi mulai mengambil alih kendali setelah interval. Pemain berusia 21 tahun itu tampil lebih rapi, sementara Nishimoto justru kesulitan mengembangkan gaya reli menyerangnya.
Sejumlah kesalahan sendiri dari wakil Jepang memberi ruang bagi Alwi untuk terus menambah poin. Situasi itu membuat pertandingan bergeser ke arah yang lebih nyaman bagi tunggal putra Indonesia tersebut.
| Pemain | Hasil | Catatan Penting | Durasi |
|---|---|---|---|
| Alwi Farhan | Menang 21-14, 21-11 | Menyingkirkan Kenta Nishimoto | 37 menit |
| Kenta Nishimoto | Kalah | Juara Japan Open 2022, gagal memaksakan rubber game | 37 menit |
Dominasi Alwi berlanjut di gim kedua hingga laga ditutup dengan skor 21-14, 21-11 dalam waktu 37 menit. Hasil itu sekaligus menjadi salah satu kemenangan penting Indonesia pada hari pembuka turnamen.
Balas Tuntas Dua Kekalahan Sebelumnya
Alwi sebelumnya selalu kalah dalam dua pertemuan melawan Nishimoto pada 2025, masing-masing di Thailand Open dan Kejuaraan Asia. Karena itu, kemenangan di Tokyo terasa seperti misi balas dendam yang berhasil diselesaikan di tempat yang tidak mudah.
Japan Open 2026 juga memberi awal positif bagi Indonesia dari tiga wakil yang turun pada hari pertama. Selain Alwi Farhan, pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari ikut melangkah ke babak 16 besar.
Dengan hasil ini, Alwi menjaga peluang Indonesia di sektor tunggal putra dan menunjukkan bahwa duel melawan Nishimoto tidak lagi sepihak seperti sebelumnya. Di kandang sendiri, Nishimoto justru tersingkir lebih cepat setelah tidak mampu memaksakan pertandingan menjadi tiga gim.
Source: www.viva.co.id






