Mitsubishi mulai membuka arah pengembangan All New Pajero lewat teaser yang memancing banyak tanda tanya. Dari petunjuk visual yang muncul, SUV legendaris ini tampak tidak sekadar mendapat wajah baru, tetapi juga penegasan ulang pada karakter petualangnya.
Langkah ini penting karena Pajero punya reputasi panjang sebagai SUV tangguh untuk berbagai medan. Mitsubishi disebut tengah menyiapkan pembaruan besar pada desain, interior, dan teknologi agar model ini kembali relevan di tengah persaingan SUV penggerak empat roda.
Panel digital yang mengingatkan pada Pajero klasik
Salah satu detail paling mencolok ada pada panel multi meter di layar instrumen digital. Fitur ini seperti membawa kembali identitas Pajero lama yang dikenal punya informasi berkendara lengkap untuk medan berat.
Kini, panel tersebut hadir dalam format digital yang lebih modern. Mitsubishi tetap menjaga nuansa khas Pajero, tetapi membungkusnya dengan tampilan yang lebih segar dan mudah dibaca.
Teaser itu juga memperlihatkan kemampuan panel menampilkan data secara real-time. Informasi yang terlihat meliputi ketinggian lokasi, arah kompas, suhu luar, sudut kemiringan depan-belakang, sudut kemiringan samping, serta distribusi torsi kiri dan kanan kendaraan.
| Petunjuk di Panel Instrumen | Informasi yang Ditampilkan |
|---|---|
| Ketinggian | Ketinggian lokasi |
| Kompas | Arah kendaraan |
| Lingkungan | Suhu luar |
| Kemiringan | Sudut depan-belakang dan samping |
| Torsi | Distribusi torsi kiri dan kanan |
Arah off-road makin tegas
Fitur-fitur di panel itu memberi sinyal kuat bahwa All New Pajero tetap disiapkan sebagai SUV yang serius untuk off-road. Mitsubishi Motor Corporation, seperti dikutip dari Otodriver.com, memastikan model ini akan hadir kembali sebagai SUV dengan kemampuan off-road sesungguhnya.
Arah pengembangannya mencakup rasa aman, nyaman, dan kepercayaan diri saat melewati aspal, bebatuan, lumpur, hingga jalur pegunungan. Dengan begitu, Pajero tetap diposisikan sebagai kendaraan petualang, bukan sekadar SUV besar untuk dipakai harian.
Rumor sasis ladder frame dan mesin diesel baru
Di luar teaser, rumor yang paling banyak dibicarakan adalah kemungkinan All New Pajero kembali memakai sasis ladder frame. Jika benar, perubahan ini akan menjadi langkah besar karena Pajero generasi ketiga hingga generasi keempat memakai konstruksi monokok.
Monokok dikenal lebih nyaman untuk jalan raya, sedangkan ladder frame diyakini memberi durabilitas lebih baik dan kemampuan melibas medan berat yang lebih kuat. Bocoran itu juga sejalan dengan citra Pajero sebagai SUV petualang yang memang dituntut punya struktur bodi kokoh.
Spekulasi lain datang dari sektor mesin. All New Pajero disebut akan memakai diesel 2.4 liter berkode 4N16, unit yang saat ini sudah dipakai pada Triton generasi terbaru.
Spesifikasi tenaga dan torsinya belum diumumkan resmi, tetapi mesin ini dinilai masuk akal untuk Pajero. Alasannya sederhana, unit tersebut dikenal efisien, punya torsi besar pada putaran rendah, dan cocok untuk kebutuhan SUV maupun double cabin.
| Poin Rumor | Detail yang Beredar |
|---|---|
| Sasis | Kemungkinan kembali ke ladder frame |
| Generasi sebelumnya | Generasi ketiga hingga keempat memakai monokok |
| Mesin | Diesel 2.4 liter 4N16 |
| Asal mesin | Sudah dipakai pada Triton generasi terbaru |
Jadwal kemunculan masih disimpan rapat
Mitsubishi memastikan kebangkitan Pajero akan berlangsung pada musim gugur tahun ini, sekitar September hingga Desember 2026. Namun, detail spesifikasi, harga, dan pasar tujuan masih belum dibuka ke publik.
Meski banyak hal masih ditahan, teaser All New Pajero sudah memberi gambaran arah yang jelas. Model ini tampaknya akan tetap membawa identitas utamanya sebagai SUV yang siap diajak bertualang, dengan petunjuk desain, panel multi meter, serta rumor sasis dan mesin yang membuatnya kian dinanti.
