Akhir Pahit Guardiola Di Etihad, Aston Villa Robohkan Perpisahan Man City

Perpisahan Pep Guardiola di Etihad berakhir dengan cara yang paling menyakitkan bagi Manchester City. Tim tuan rumah tumbang 1-2 dari Aston Villa pada pekan terakhir Premier League, meski sempat unggul lebih dulu di hadapan publik sendiri.

Hasil itu merusak penutup satu dekade Guardiola di Manchester City. City harus puas finis sebagai runner-up dengan 78 poin, sementara Aston Villa mengamankan posisi empat besar dan tiket Liga Champions musim depan.

City sempat memegang kendali

Manchester City memulai laga dengan tekanan tinggi dan penguasaan bola yang dominan. Dukungan suporter di Etihad membuat tim tuan rumah tampil agresif sejak awal untuk memberi hadiah perpisahan bagi Guardiola.

Gol pembuka lahir pada menit ke-23 lewat Antoine Semenyo. Berawal dari sepak pojok, bola diarahkan ke tiang dekat sebelum Semenyo menyambar dengan voli keras yang tak mampu dibendung kiper Aston Villa.

Gol itu menjadi torehan ke-17 Semenyo di Premier League musim ini. Setelah unggul, City tetap menguasai permainan, tetapi Villa masih sempat mengancam lewat serangan balik cepat.

Villa membalikkan keadaan

Aston Villa tampil lebih berani selepas jeda dan langsung menyamakan skor dua menit setelah babak kedua dimulai. Ollie Watkins memanfaatkan sapuan buruk John Stones untuk menaklukkan James Trafford dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Gol cepat itu mengubah arah pertandingan. City mulai kehilangan ritme, sementara Villa terlihat semakin percaya diri dalam membangun serangan.

Villa kemudian berbalik unggul pada menit ke-61 melalui gol kedua Watkins. Penyerang timnas Inggris itu lolos dari jebakan offside sebelum kembali menjebol gawang City, meski hakim garis sempat mengangkat bendera.

VAR akhirnya mengesahkan gol tersebut setelah Ruben Dias dinilai membuat Watkins tetap onside. Keputusan itu membuat Villa semakin dekat dengan target besar mereka di papan atas klasemen.

Momen emosional di Etihad

Laga ini juga menghadirkan suasana haru ketika Pep Guardiola menarik keluar Bernardo Silva. Gelandang Portugal yang mengenakan ban kapten itu mendapat penghormatan dari rekan-rekannya di tepi lapangan.

Momen tersebut menambah nuansa emosional pada pertandingan yang sudah terasa seperti penutup sebuah era. Etihad sempat dipenuhi harapan, tetapi jalannya laga justru bergerak ke arah yang tidak diinginkan tuan rumah.

Gol Foden tak menyelamatkan City

Manchester City terus berupaya mengejar ketertinggalan hingga menit-menit akhir. Phil Foden sempat mencetak gol penyeimbang pada masa injury time, tetapi wasit menganulirnya karena offside.

Harapan tuan rumah pun benar-benar runtuh saat peluit panjang berbunyi. Aston Villa membawa pulang kemenangan penting, sedangkan City menutup laga perpisahan Guardiola dengan kekalahan di kandang sendiri.

Meski akhir perjalanannya bersama City terasa pahit, Guardiola tetap meninggalkan jejak besar selama satu dekade di klub tersebut. Kekalahan dari Villa hanya menambah dramatis cerita penutup salah satu era paling berpengaruh dalam sejarah Manchester City.

Source: www.medcom.id

Terkait