Konten game tidak selalu berhenti pada hiburan dan strategi bermain. Kreator asal Tasikmalaya, Ihsan Nurul Fajar atau Ajay, memilih memakai konten Free Fire untuk menyampaikan dakwah Islam serta ajakan beretika di ruang digital.
Pendekatan itu menyasar audiens muda yang lekat dengan permainan daring dan media sosial. Di tengah pembahasan game, Ajay mengingatkan pengikutnya agar tidak melupakan akhlak, ibadah, pendidikan, dan tanggung jawab sehari-hari.
Pesan Kebaikan di Tengah Konten Gaming
Ajay tidak menempatkan game sebagai aktivitas yang harus dijauhi sepenuhnya. Ia mendorong pemain untuk menggunakan permainan dan teknologi secara bijak, tanpa mengabaikan kewajiban sebagai muslim maupun anggota masyarakat.
Pesan yang dibawanya juga berkaitan dengan kebiasaan berkomunikasi saat bermain. Interaksi antarpemain, menurut ajakan yang disampaikan Ajay, perlu dijalankan dengan menghormati orang lain dan menghindari perkataan yang menyakiti.
Dalam salah satu kontennya, Ajay menyampaikan, “Game dapat menjadi media hiburan sekaligus sarana menyampaikan pesan kebaikan apabila digunakan secara bijak.” Ia juga menekankan bahwa adab dan penghormatan kepada sesama perlu tetap dijaga ketika berada di dunia maya.
Format ringan menjadi pilihan agar nilai keislaman dapat berdampingan dengan hiburan gaming. Bahasa yang santun dan mudah dipahami membuat pesan tersebut hadir tanpa menghilangkan unsur permainan yang dicari penontonnya.
Jangkauan Ajay di Sejumlah Platform
Ajay lahir di Tasikmalaya pada 10 Oktober 1998 dan aktif membangun audiens melalui beberapa platform digital. Jangkauan pengikutnya memperlihatkan bahwa konten gaming dapat menjadi pintu masuk untuk membahas perilaku positif bagi pengguna internet muda.
| Platform | Akun | Jumlah Pengikut |
|---|---|---|
| TikTok | @ini.ajay | Sekitar 2 juta pengikut |
| @_ihsan.nf | Sekitar 15 ribu pengikut | |
| YouTube | ajayysundawy | Sekitar 89 ribu pelanggan |
Melalui akun-akun tersebut, Ajay memadukan pembahasan permainan dengan pengingat tentang cara bersikap di internet. Kontennya tidak hanya mengarah pada hiburan, tetapi juga menyoroti pentingnya menjaga perilaku ketika berhadapan dengan pemain lain.
Literasi Digital untuk Pengguna Media Sosial
Selain dakwah, Ajay turut membawa pesan Literasi Digital kepada pengikutnya. Ia mengingatkan pengguna media sosial agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi dan lebih cermat saat menerima maupun menyebarkan informasi.
Penggunaan media sosial, dalam pesan yang ia sampaikan, perlu diarahkan pada kegiatan yang bermanfaat. Sikap bijak terhadap informasi menjadi bagian dari etika yang penting bagi remaja dan pengguna teknologi pada umumnya.
Media Indonesia melaporkan Ajay secara konsisten memadukan dakwah Islam, edukasi teknologi, dan etika bermedia sosial melalui konten gaming. Pengemasan tersebut memperlihatkan bahwa ruang kreatif digital dapat dipakai untuk menyampaikan pembelajaran yang dekat dengan keseharian audiens.
Bagi pengikutnya, pembahasan Free Fire berjalan bersama pengingat untuk tetap santun dan bertanggung jawab. Model konten Ajay menunjukkan kreativitas kreator dapat menjembatani hiburan, teknologi, dan nilai kebaikan bagi gamer muda.
