Airbag Odyssey Bisa Mengembang Tanpa Peringatan, Honda Tarik 440 Ribu Minivan di AS

Honda menarik kembali 440.830 unit Odyssey di Amerika Serikat setelah otoritas keselamatan jalan raya menemukan potensi masalah pada sistem airbag samping dan tirai. Dalam kondisi tertentu, kantung udara itu bisa mengembang tanpa peringatan meski tidak terjadi tabrakan yang sesuai.

Penarikan ini menyasar Odyssey model tahun 2018–2022 dan berkaitan dengan kesalahan pada perangkat lunak sistem keselamatan penahan tambahan. Masalah utamanya bukan pada airbag secara fisik, melainkan pada logika kontrol yang salah membaca data sensor sebagai tanda benturan dari samping.

Bagaimana masalah ini bisa terjadi

Menurut temuan yang dikutip dari National Highway Traffic Safety Administration, sistem dapat keliru mengenali kondisi jalan tertentu sebagai insiden tabrakan. Jalan bergelombang, benturan kecil, serpihan di jalan, hingga hantaman pada bagian bawah kendaraan dapat memicu airbag tirai baris kedua dan ketiga secara tidak tepat.

Kondisi seperti itu menimbulkan risiko baru bagi penumpang karena airbag bekerja di luar skenario keselamatan yang semestinya. Pada sistem keselamatan kendaraan, kesalahan pembacaan sensor bisa berdampak serius karena airbag dirancang untuk merespons benturan nyata dengan timing yang sangat spesifik.

Temuan yang membuat recall ini semakin serius

Honda disebut telah mengetahui sedikitnya 130 klaim garansi yang terkait dengan masalah tersebut. Selain itu, ada 25 laporan cedera yang ikut menjadi perhatian karena memperlihatkan bahwa gangguan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berpotensi menyangkut keselamatan penumpang.

Temuan itu memperkuat urgensi penarikan kembali kendaraan, terutama karena airbag yang aktif tanpa pemicu yang tepat justru bisa membahayakan. Dalam kasus seperti ini, fungsi perlindungan berubah menjadi sumber risiko tambahan di dalam kabin.

Jejak investigasi yang berlangsung lama

Masalah pada Odyssey ini tidak muncul tiba-tiba. Honda disebut pertama kali mendeteksi potensi persoalan pada November 2017 dan kemudian menjalankan penyelidikan selama beberapa tahun.

Pada Juli 2021, penyidik sudah menghubungkan salah picu airbag dengan jalan rusak dan hantaman pada bagian bawah mobil. Namun, kasus itu sempat ditutup pada Oktober 2021 tanpa dikategorikan sebagai isu keselamatan.

Situasi berubah setelah regulator menerima 18 keluhan konsumen. Office of Defects Investigations milik NHTSA lalu memulai review awal pada Oktober 2025, yang mendorong Honda membuka kembali investigasinya. Pada April 2026, Honda akhirnya mengakui adanya cacat keselamatan dan mengumumkan recall resmi.

Apa yang akan dilakukan untuk kendaraan terdampak

Pemilik Odyssey yang masuk dalam daftar penarikan akan diarahkan ke pusat layanan resmi Honda. Di lokasi itu, teknisi akan memasang perangkat lunak terbaru pada unit kontrol sistem penahan atau mengganti unit tersebut dengan komponen baru yang sudah membawa program koreksi.

Langkah ini penting karena sumber masalah berada pada cara sistem membaca sinyal sensor. Dengan kata lain, pembaruan perangkat lunak menjadi inti perbaikan agar perangkat tidak lagi salah menafsirkan kondisi jalan sebagai tabrakan samping.

Bagian dari gelombang recall Honda

Kasus Odyssey ini juga menambah daftar penarikan kendaraan Honda dalam periode belakangan. Dalam tiga kuartal pertama 2025, Honda tercatat termasuk di antara produsen mobil dengan jumlah recall terbanyak, dengan total hampir 892.000 kendaraan.

Di dalamnya termasuk lebih dari 250.000 Accord Hybrid yang juga disebut memiliki cacat perangkat lunak dan berpotensi memicu kecelakaan. Catatan itu menunjukkan bahwa tantangan pada perangkat lunak kendaraan kini menjadi isu yang semakin penting bagi produsen, terutama ketika sistem keselamatan dan bantuan pengemudi makin bergantung pada pembacaan sensor yang presisi.

Terkait