Air Garam untuk Cuci Muka Bisa Bantu Jerawat, Tapi Kulit Sensitif Justru Terancam

Tren cuci muka memakai air garam kembali menarik perhatian karena dianggap bisa membuat kulit lebih bersih dan jerawat mereda. Namun, para ahli kulit mengingatkan bahwa cara ini tidak aman untuk semua jenis kulit dan justru bisa menimbulkan masalah baru.

Di balik manfaat yang sering dibicarakan, air garam tetap memiliki efek abrasif dan berpotensi mengeringkan lapisan pelindung kulit. Risiko ini membuat metode tersebut perlu dibatasi, terutama pada pemilik kulit kering dan sensitif.

Kenapa air garam dianggap punya potensi untuk jerawat

Disadur dari Byrdie dan dibahas oleh lifestyle.kompas.com, air garam dinilai bisa membantu sebagai pembersih tambahan karena sifat antibakterinya. Dokter kulit kosmetik Dendy Engelman, MD, menyebut metode ini mungkin memberi efek samping positif berupa berkurangnya jerawat.

Dokter kulit Marisa Garshick, MD, juga menjelaskan bahwa membersihkan wajah dengan air garam dapat membantu mengurangi kelebihan minyak pada kulit berminyak. Proses eksfoliasi mekanisnya dapat membuat permukaan wajah terasa lebih halus dan tampak lebih cerah.

AspekPotensi ManfaatCatatan
JerawatDapat membantu mengurangi jerawatBukan pengobatan utama
Minyak berlebihMembantu mengontrol sebumLebih cocok untuk kulit berminyak
EksfoliasiMengangkat sel kulit matiBisa terasa kasar jika berlebihan

Selain itu, kandungan mineral bawaan seperti magnesium disebut dapat membantu menekan peradangan. Karena itu, air garam sempat dipandang berpotensi meringankan kondisi seperti eksim dan psoriasis.

Risiko yang tidak kecil untuk kulit sensitif

Masalahnya, manfaat tersebut datang bersama risiko yang juga perlu diperhitungkan. Garshick mengingatkan bahwa terlalu banyak air garam bisa mengeringkan kulit dan memperburuk kondisi tertentu, terutama pada pemilik kulit sensitif.

Lauren Penzi, MD, dari MDCS Dermatology, menegaskan bahwa garam memang bersifat antibakteri, tetapi tetap bukan pengobatan utama untuk kulit rentan berjerawat. Engelman bahkan menyebut dirinya tidak merekomendasikannya sebagai alternatif eksfolian kimia karena sifat abrasif air garam dapat mengeringkan dan merusak kulit.

Cara pakai yang lebih aman jika tetap ingin mencoba

Jika tetap ingin mencoba, para ahli menyarankan penggunaan yang sangat terbatas dan tidak sembarangan. Campurkan sedikit garam dengan air panas, lalu tunggu hingga dingin sebelum dipakai ke wajah.

Pilihan garam juga perlu diperhatikan. Gunakan garam laut atau garam meja yang bertekstur halus, dan hindari garam Epsom maupun garam Himalaya yang lebih kasar karena lebih berisiko menggores wajah.

Engelman menyarankan penggunaan maksimal satu atau dua kali seminggu bila seseorang tetap bersikeras menjajalnya. Sebagai pilihan yang dinilai lebih aman, produk pembersih wajah yang memang sudah mengandung garam disebut bisa menjadi alternatif dari racikan rumahan.

Siapa yang paling perlu berhati-hati

Pemilik kulit kering dan sensitif menjadi kelompok yang paling perlu waspada karena efek kasarnya lebih mudah memicu iritasi. Pada kulit berjerawat, air garam mungkin terlihat menjanjikan, tetapi penggunaannya tetap tidak boleh menggantikan perawatan yang lebih sesuai dengan kondisi kulit.

Dengan kata lain, tren ini bukan larangan mutlak, tetapi juga bukan kebiasaan yang layak diikuti tanpa pertimbangan. Jika kulit mudah kering, sensitif, atau sedang mengalami masalah seperti eksim, air garam justru bisa memperburuk keadaan dibanding membantu.

Terkait