Samsung tampaknya berhasil menemukan alasan paling kuat mengapa ponsel lipat mereka dipakai terus dalam keseharian: AI yang benar-benar membantu kerja cepat. Dari data internal Samsung Electronics Indonesia, lebih dari 70 persen pengguna aktif disebut merekomendasikan Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7 ke rekan mereka.
Angka itu menunjukkan bahwa daya tarik foldable Samsung tidak berhenti di bentuk lipat atau kesan futuristis. Kombinasi layar yang luas, Multimodal AI yang adaptif, dan personalisasi lewat One UI 8 menjadi faktor yang paling terasa di pemakaian harian.
Fold7 lebih kuat untuk kerja serba banyak
Galaxy Z Fold7 diposisikan sebagai perangkat hibrida untuk pengguna yang mengejar efisiensi kerja. Samsung mengandalkan Multi-Windows Viewing Experience agar layar besar di bagian utama bisa dipakai lebih leluasa untuk banyak tugas sekaligus.
Pengguna disebut dapat membuka hingga tiga aplikasi berat dalam waktu bersamaan. Dalam praktiknya, ini membantu saat rapat virtual, berbagi layar, merangkum notulensi, dan mencari data di peramban tanpa harus bolak-balik berpindah perangkat.
Kebutuhan memakai ponsel, tablet, atau laptop secara terpisah juga bisa berkurang dalam banyak situasi kerja. Tidak heran bila Fold7 disebut cocok untuk aktivitas padat yang menuntut alur kerja cepat dan rapi.
| Model | Fokus Utama | Fitur Kunci | Manfaat |
|---|---|---|---|
| Galaxy Z Fold7 | Multitasking berat | Multi-Windows Viewing Experience | Bisa membuka hingga tiga aplikasi berat sekaligus |
| Galaxy Z Flip7 | Portabilitas dan kreasi konten | FlexWindow, Flex Mode | Mudah dipakai untuk pesan, swafoto, vlog, dan siaran langsung |
Samsung juga menempatkan Fold7 sebagai partner kerja untuk profesional yang sering berpindah tugas. Aktor sekaligus Team Galaxy, Maxime Bouttier, menyebut perangkat ini sebagai andalan untuk aktivitas padat, mulai dari produksi konten hingga pekerjaan profesional.
Flip7 menang di portabilitas dan konten
Galaxy Z Flip7 menargetkan pengguna yang lebih memprioritaskan mobilitas. Perangkat ini menarik perhatian berkat Expanded Cover Display atau FlexWindow dengan desain edge-to-edge yang lebih besar.
Layar luar itu bukan sekadar elemen desain. Pengguna bisa membalas pesan instan, mengecek kalender, hingga mengambil swafoto berkualitas tinggi memakai kamera utama tanpa perlu membuka ponsel.
Untuk content creator, Flex Mode menjadi fitur yang paling menonjol. Saat ponsel dilipat 90 derajat, bodi perangkat dapat berfungsi seperti tripod bawaan untuk merekam vlog, melakukan siaran langsung, atau mencoba sudut kamera ekstrem.
Kombinasi tersebut membuat Flip7 terasa ringkas tetapi tetap fleksibel. Samsung menempatkannya sebagai perangkat yang menggabungkan kemudahan mobilitas dengan kebutuhan produksi konten dalam satu format lipat.
3 fitur AI yang paling sering dipakai
Samsung membekali kedua perangkat dengan rangkaian Galaxy AI yang didukung ProVisual Engine. Dari sana, perusahaan memetakan tiga fitur AI unggulan yang paling sering dimanfaatkan pengguna untuk mempercepat tugas harian.
Fitur-fitur itu menjadi bagian penting dari alasan mengapa foldable Samsung mendapat penerimaan kuat. Integrasi AI yang adaptif membantu perangkat tampil bukan sekadar sebagai ponsel lipat, tetapi sebagai alat kerja yang lebih relevan.
Perjalanan foldable Samsung sendiri sudah memasuki tahun ketujuh. Dalam periode itu, ponsel layar lipat disebut telah berubah dari prototipe eksperimental menjadi perangkat utama yang dapat diandalkan sebagai daily driver.
Perubahan tersebut didukung pematangan teknologi engsel, optimalisasi perangkat lunak, dan daya tahan baterai. Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, mengatakan Samsung sudah menjadikan foldable sebagai standar baru pengalaman mobile dan Galaxy Z Fold7 serta Flip7 mempertegas kematangan teknologi yang memberi nilai nyata bagi produktivitas pengguna.







