Ahmad Luthfi Dorong Kursi Roda Putranya di Soekarno Run, Pesan Inklusif yang Kuat

Di tengah ribuan pelari Soekarno Run 2026 di Solo, satu momen paling mencuri perhatian datang dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Ia berlari sambil mendorong kursi roda putranya, Mohammad Alif Daffa atau Abang, di rute 5K Fun Run.

Aksi itu memberi warna berbeda pada ajang lari tersebut karena menghadirkan pesan yang jauh lebih besar dari sekadar kompetisi. Olahraga, dalam momen itu, terlihat sebagai ruang yang terbuka untuk semua orang, termasuk penyandang disabilitas.

Inklusivitas yang Ditunjukkan Lewat Tindakan

Kehadiran Abang di kursi roda bukan hanya menjadi pelengkap perjalanan sang ayah. Pemandangan itu menegaskan bahwa inklusivitas perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari, bukan berhenti sebagai slogan.

Ahmad Luthfi, yang dikenal sebagai Bapak Disabilitas Jawa Tengah, menunjukkan komitmen itu lewat tindakan langsung. Soekarno Run 2026 pun berubah menjadi panggung yang memperlihatkan bahwa olahraga bisa menyatukan siapa pun tanpa memandang kondisi fisik.

Tema “Berlari di Atas Kaki Sendiri” memperkuat pesan tersebut. Ajang ini tidak hanya mengajak masyarakat hidup sehat, tetapi juga menghargai perjuangan dan kemampuan setiap individu.

Seruan Bung Karno yang Menghidupkan Start

Sebelum melepas peserta, Ahmad Luthfi membakar semangat ribuan pelari dengan mengutip pidato Presiden pertama RI Soekarno. Ia membacakan seruan tentang 1.000 orang tua yang bisa mencabut Semeru dan 10 pemuda yang bisa mengguncangkan dunia.

Baginya, semangat Bung Karno tidak sekadar kutipan sejarah, melainkan energi yang harus terus dihidupkan di ruang publik seperti Solo dan Jawa Tengah. “Hari ini kita semua akan getarkan Kota Solo, seluruh Provinsi Jawa Tengah, dan seluruh Indonesia dengan lari bersama-sama,” ujarnya saat melepas peserta.

Sepanjang rute, ia juga menyapa warga dan peserta yang memberi dukungan dari pinggir jalan. Suasana itu membuat ajang lari ini terasa lebih dekat dengan publik yang datang menyaksikan.

7.500 Peserta dari Beragam Latar Belakang

Soekarno Run 2026 diikuti sekitar 7.500 peserta dari berbagai daerah dan latar belakang. Mereka terdiri atas pelari rekreasional, atlet, anak-anak, sahabat disabilitas, hingga tokoh publik.

Ajang ini dibagi ke dalam empat kategori, yakni 10K, 5K Speed Run, 5K Fun Run, dan 1,1K Kids Dash. Sejumlah tokoh nasional dan daerah juga ikut membaur bersama peserta di lintasan.

Nama-nama yang hadir antara lain anggota DPR RI Aria Bima, Gubernur Jateng periode 2013–2023 Ganjar Pranowo, mantan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto bersama Wakil Wali Kota Astrid Widayani, serta sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah.

Langkah yang Dianggap Paling Berarti

Brand Ambassador Soekarno Run 2026 sekaligus atlet para atletik nasional, Nanda Mei, menilai yang paling penting bukan jumlah peserta atau panjang lintasan. Menurutnya, keberanian setiap orang untuk memulai langkah sendiri jauh lebih berharga.

“Terima kasih sudah berani melangkah, berani mencoba, dan tidak pernah menyerah mengeksplorasi diri sendiri. Langkah kita hari ini membuktikan kita mampu berlari di atas kaki sendiri,” katanya.

Bagi Ahmad Luthfi, mendorong kursi roda Abang hingga garis finis menjadi wujud nyata dari inklusivitas yang selama ini ia gaungkan. Momen itu menegaskan bahwa ruang publik dan olahraga bisa menjadi milik semua orang, selama ada kesempatan yang terbuka bagi setiap langkah untuk sampai ke tujuan.

Source: jatengpos.co.id

Terkait