Adrián Fernández terkena sanksi berat yang langsung mengubah peta persaingan Moto3 musim ini. Panel Komisar menjatuhkan descalifikasi atas enam balapan pertama, setelah menemukan dugaan pelanggaran teknis pada dua mesin bersegel milik Leopard Racing yang dibuka dan menunjukkan tanda-tanda manipulasi.
Dampaknya tidak hanya menyentuh catatan hasil balapan, tetapi juga perolehan poin sang pembalap Spanyol. Fernández hanya mempertahankan hasil finis keempat di GP Italia, sehingga kini tersisa 13 poin dan kehilangan total 77 poin dari rangkaian balapan lain yang terdampak keputusan itu.
Masalah bermula setelah GP Prancis
Kasus ini terungkap usai GP Prancis di Le Mans, ketika pabrikan mesin meminta pencabutan segel dari unit yang sudah mencapai akhir masa pakai. Dari pemeriksaan awal, tim teknis menemukan bahwa segel kawat pada mesin nomor #810 tidak sesuai prosedur standar.
Mesin itu kemudian dikaitkan dengan Adrián Fernández dan Leopard Racing. Setelah pemeriksaan lanjutan, otoritas teknis menilai segel pada unit tersebut menunjukkan tanda-tanda manipulasi dan mesin telah dibuka tanpa izin.
Dua mesin masuk sorotan
Panel juga menyimpulkan bahwa persoalan tidak berhenti pada mesin #810. Unit #811 ikut masuk dalam temuan dan berada dalam lingkup sanksi yang sama.
Mesin #810 berdampak pada Buriram, Goiania, Austin, dan Jerez. Sementara itu, #811 terkait dengan Le Mans dan Montmeló, sehingga dua mesin itu menjadi pusat konsekuensi teknis yang dijatuhkan kepada Leopard Racing.
Leopard mengakui temuan panel
Dalam audisi pada hari pertama GP Hungaria, Leopard Racing hadir dan mengakui fakta yang dipaparkan panel. Pemeriksaan fisik, bukti dari pabrikan, dan analisis segel kemudian menjadi dasar penilaian bahwa integritas sistem segel homologasi telah terganggu.
Panel FIM MotoGP menegaskan bahwa motor dengan segel rusak, dimanipulasi, atau hilang harus diperlakukan sebagai mesin baru dalam jatah pembalap. Mereka juga menyetujui penerapan regulasi teknis yang diputuskan direktur teknis beserta konsekuensi turunannya.
Sanksi yang menegaskan batas teknis
Dalam pernyataannya, panel menilai bahwa campur tangan tanpa izin pada sistem segel teknis homologasi merugikan kepentingan balapan dan olahraga. Penilaian itu juga diberlakukan pada mesin #811, yang turut disebut dalam putusan.
Leopard Racing belum memberi pernyataan resmi terkait keputusan tersebut. Namun, menurut laporan DAZN, Christian Lundberg selaku kepala tim akan berbicara dengan pihak tertinggi untuk mencari kesepakatan.
Di luar kasus Fernández, Panel Komisar juga menjatuhkan sanksi lain pada hari sebelumnya. Brian Uriarte kehilangan hasil GP Catalunya setelah KTM miliknya dinyatakan ilegal karena memakai oli mesin yang tidak termasuk homologasi Moto3.
Source: es.motorsport.com