Acer resmi membuka babak baru di pasar handheld gaming PC lewat Predator Atlas 8. Perangkat ini langsung mencuri perhatian karena menjadi handheld gaming pertama yang memakai chipset Intel Arc G3, lini terbaru yang memang dirancang untuk perangkat gaming portabel.
Langkah Acer ini terasa penting karena pasar handheld gaming selama ini lebih banyak dikuasai chipset AMD. Dengan Predator Atlas 8, Intel mulai masuk lebih agresif ke segmen yang kini makin ramai oleh perangkat seperti Steam Deck dan berbagai handheld modern lain.
Dua opsi chip Intel untuk performa portabel
Predator Atlas 8 hadir dengan dua pilihan chipset, yakni Intel Arc G3 Extreme dan Intel Arc B390. Keduanya dirancang khusus untuk handheld gaming agar performa tinggi tetap sejalan dengan efisiensi daya yang lebih optimal.
Intel sebelumnya juga menyebut lini chipset handheld terbarunya akan menjadi standar baru untuk handheld gaming PC modern. Acer memanfaatkan momentum itu untuk menempatkan Predator Atlas 8 sebagai perangkat premium di kelasnya.
Berikut gambaran spesifikasi utamanya:
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Chipset | Intel Arc G3 Extreme / Intel Arc B390 |
| Layar | 8 inci WUXGA |
| Refresh rate | 120Hz |
| VRR | Ada |
| RAM | Hingga 24GB |
| Storage | Hingga 1TB |
| Baterai | 80Wh |
| Konektivitas | Bluetooth 5.4, Wi-Fi 7 |
| Sistem operasi | Windows 11 |
| Fitur tambahan | Xbox Mode |
DNA Predator dibawa ke format handheld
Acer sebelumnya sudah merilis lini handheld gaming Nitro Blaze. Namun Predator Atlas 8 diposisikan lebih tinggi karena membawa branding Predator yang identik dengan perangkat gaming kelas atas.
Salah satu pembeda utamanya ada pada layar 8 inci beresolusi WUXGA dengan refresh rate 120Hz. Acer juga menambahkan dukungan Variable Refresh Rate atau VRR untuk membantu menjaga tampilan tetap mulus saat frame rate berubah.
Perangkat ini menjalankan Windows 11 dan dibekali Xbox Mode. Kombinasi itu membuat pengguna mendapat pengalaman gaming PC yang lebih fleksibel di perangkat portabel.
Pendinginan jadi fokus utama
Acer memberi perhatian besar pada pendinginan Predator Atlas 8. Perangkat ini memakai sistem Predator AeroBlade Cooling dengan desain dual-fan yang terinspirasi dari laptop gaming Predator.
Sistem tersebut memakai kipas logam AeroBlade dengan 89 bilah dan satu kipas tambahan berbahan plastik. Acer menempatkan solusi ini untuk membantu membuang panas lebih cepat agar performa tetap stabil saat game berat dimainkan dalam durasi panjang.
Di segmen handheld gaming, pendinginan menjadi salah satu faktor paling penting. Performa chipset tinggi akan sulit dimaksimalkan tanpa sistem termal yang kuat, dan Acer tampaknya menyiapkan Atlas 8 dengan pendekatan itu.
Kontrol dan baterai untuk sesi panjang
Di sisi kontrol, Predator Atlas 8 memang belum memakai Hall Effect joystick. Namun Acer sudah menyematkan Hall Effect Trigger untuk memberi respons yang lebih presisi.
Trigger tersebut juga dilengkapi adjustable hair-trigger stops. Fitur ini memberi pengguna kontrol tembakan yang lebih cepat dan akurat, terutama saat bermain game FPS atau game action yang menuntut respons tinggi.
Acer juga menawarkan dua varian bobot untuk perangkat ini. Salah satu model memiliki berat di bawah 810 gram, sementara varian lainnya berada di bawah 770 gram.
Untuk mendukung kebutuhan gaming portabel, Predator Atlas 8 membawa baterai berkapasitas 80Wh. Kapasitas itu dipadukan dengan penyimpanan internal hingga 1TB dan RAM hingga 24GB.
Di sisi konektivitas, Acer membekali perangkat ini dengan Bluetooth 5.4 dan Wi-Fi 7. Kombinasi tersebut menegaskan bahwa Atlas 8 tidak hanya mengejar performa lokal, tetapi juga pengalaman koneksi yang lebih cepat dan stabil.
Acer mengonfirmasi Predator Atlas 8 akan mulai tersedia pada Oktober 2026. Namun perusahaan belum mengungkap harga resminya, sehingga posisi final perangkat ini di pasar masih menunggu pengumuman lanjutan.
Source: id.mashable.com




