Abdel Achrian tidak bisa mengantar Temon Templar ke peristirahatan terakhir karena sedang berada di Amerika Serikat saat kabar duka itu datang. Meski begitu, ia tetap memberi penghormatan dari jauh dan menyiapkan keluarga untuk mewakilinya di rumah duka.
Perpisahan itu menjadi berat karena hubungan keduanya dikenal sangat dekat, bukan hanya sebagai rekan kerja, tetapi juga sebagai teman yang saling mengenal bersama keluarga masing-masing. Kondisi tersebut membuat kabar kepergian Temon terasa sangat personal bagi Abdel dan keluarganya.
Abdel sedang berada di New York
Keberadaan Abdel di Amerika dikonfirmasi oleh sang kakak, Mei, yang datang mewakili keluarga untuk melayat. Mei mengatakan Abdel memang sedang berada di New York saat kabar duka itu diterima.
“(Abdel) lagi di US. Lagi di New York,” ujar Mei, Minggu (12/7/2026).
Menurut Mei, Abdel meminta keluarganya menggantikan dirinya untuk menyampaikan penghormatan terakhir. Ia menyebut kedekatan dengan Temon membuat kehadiran keluarga terasa wajar dan penting dalam momen tersebut.
“Abdel cuma minta tolong, ‘Wakilin dong.’ Karena kami merasa dekat dengan Temon, dan Temon juga kenal kami sekeluarga,” kata Mei.
Telepon penuh tangis dari Abdel
Anak sulung Temon, Rico, mengungkapkan bahwa Abdel sempat meneleponnya setelah mendengar kabar meninggalnya Temon. Dalam percakapan itu, Abdel menangis dan meminta maaf karena tidak bisa mengantar Temon ke tempat peristirahatan terakhir.
“Cing nelpon, Cing Abdel. Cing nangis, dia bilang minta maaf enggak bisa nganter Papa,” kata Rico di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Rico menyebut Abdel juga berjanji akan berziarah ke makam Temon begitu kembali ke Indonesia. Ia meminta pesan itu disampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan agar hubungan baik mereka tetap terjaga.
“Dia janji sepulang sampai Indonesia dia minta dianterin ke tempat Papa,” ujar Rico.
“Dia nelpon nangis-nangisan, minta maaf. Dia pesan tolong disampaikan buat keluarga,” lanjutnya.
Janji menjaga keluarga Temon
Di tengah duka, Abdel juga menitipkan pesan yang menyentuh kepada keluarga Temon. Rico mengatakan Abdel berjanji akan tetap menjaga keluarga mendiang, termasuk istri dan anak-anaknya.
“Cing Abdel cuma bisa janji bakal ngejagain sekeluarga, ngejagain Mama, adik-adik, semuanya bakal dijagain,” ujar Rico sambil menangis.
Temon Templar, atau Simson Rarameha Ngadang, meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) pukul 08.42 WIB dalam usia 59 tahun. Keluarga menyebut ia sempat mengalami nyeri di dada kiri sebelum dibawa ke rumah sakit.
Menurut keterangan keluarga, Temon mengalami serangan jantung yang berkaitan dengan riwayat hipertensi. Ia meninggalkan seorang istri dan sembilan anak dari pernikahan-pernikahannya.
Temon kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). Persahabatan panjangnya dengan Abdel menjadi salah satu kisah yang paling dikenang dari perjalanan keduanya di dunia hiburan.
