
Memasuki usia 40-an, pilihan makanan mulai memberi dampak yang lebih terlihat pada tubuh dan penampilan. Sejumlah makanan yang terasa praktis atau enak justru dapat mempercepat penuaan, memicu peradangan, dan membuat berat badan lebih sulit dikendalikan.
Karena itu, menjaga tubuh tetap segar tidak cukup hanya dengan perawatan kulit. Pola makan yang lebih cermat menjadi salah satu cara penting untuk membantu tubuh tetap sehat, ramping, dan tidak cepat terlihat lelah.
1. Makanan cepat saji
Makanan cepat saji biasanya membawa kombinasi gula, lemak tidak sehat, dan natrium dalam satu porsi. Campuran ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama saat tubuh sudah tidak sekuat saat berusia 20-an.
Gula di dalamnya juga disebut sebagai kalori kosong yang mendorong kenaikan berat badan tanpa memberi nutrisi yang memadai. Sementara itu, lemak jenuh dapat menaikkan kadar kolesterol LDL dan membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit jantung.
2. Minuman manis yang tampak praktis
Minuman olahraga dan minuman elektrolit sering dianggap cocok untuk semua kondisi, padahal banyak di antaranya mengandung gula tinggi. Erin Palinski-Wade, RD, CDE, menyebut gula tidak hanya memicu kenaikan berat badan, tetapi juga mempercepat penuaan dan meningkatkan peradangan.
Ia juga menjelaskan bahwa gula dapat berdampak negatif pada memori dan proses belajar. Untuk kebutuhan harian maupun pemulihan tubuh, air putih dinilai menjadi pilihan yang lebih baik.
3. Kudapan manis berlebihan
Kudapan manis memang terasa menyenangkan, tetapi konsumsi gula berlebih perlu dibatasi di usia 40-an. Dokter kulit Whitney Bowe, MD, menyebut gula dapat memengaruhi membran sel, arteri, hormon, sistem kekebalan, kesehatan usus, hingga mikrobioma.
Gula juga mempercepat penuaan kulit lewat proses glikasi. Proses ini terjadi saat molekul gula terikat pada protein, lemak, dan asam amino, dan disebut sebagai ciri utama penuaan.
4. Margarin
Margarin mengandung lemak trans dalam jumlah tinggi. Lemak trans dapat disimpan sebagai jaringan lemak dan, jika dikonsumsi terlalu banyak, dapat mengeraskan atau menyempitkan arteri dan pembuluh darah.
Lean Body juga menyoroti bahwa margarin mengandung banyak bahan buatan dan vitamin sintetis yang tidak banyak memberi manfaat bagi kesehatan. Dampaknya tidak hanya pada tubuh, tetapi juga pada proses penuaan dini.
5. Kentang goreng
Kentang goreng perlu dibatasi karena termasuk makanan berminyak yang sulit diimbangi ketika metabolisme mulai melambat. Pada usia 40-an, pemrosesan energi disebut menjadi lebih efisien dengan kalori yang lebih sedikit per hari.
Kondisi itu membuat makanan tinggi minyak lebih mudah menambah beban tubuh. Jika dikonsumsi terlalu sering, pilihan seperti ini bisa ikut mengganggu upaya menjaga berat badan tetap stabil.
6. Karbohidrat olahan
Pasta, pretzel, bagel, dan sereal termasuk karbohidrat olahan dengan indeks glikemik tinggi. Makanan seperti ini cepat diubah menjadi gula darah dan dapat berkontribusi pada penyakit jantung, penambahan berat badan, diabetes, serta masalah kulit seperti jerawat.
Dampaknya terasa bukan hanya pada energi harian, tetapi juga pada tampilan kulit. Karena itu, jenis makanan ini perlu diatur porsinya dengan lebih hati-hati.
7. Makanan pedas
Makanan pedas juga perlu dikonsumsi dengan bijak karena dapat membuat kulit tampak merah dan berbintik-bintik akibat peradangan. Kondisi itu juga bisa memicu jerawat dan mempercepat proses penuaan.
Pada sebagian orang, efeknya mungkin terlihat langsung pada wajah. Karena itu, tingkat kepedasan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan sensitivitas kulit.
8. Sup kaleng
Sup kaleng terlihat praktis, tetapi rata-rata mengandung hingga 1.000 miligram natrium per porsi. American Heart Association merekomendasikan batas ideal 1.500 miligram per hari, sehingga satu porsi saja sudah menyumbang natrium dalam jumlah tinggi.
Asupan garam berlebih dapat memicu tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke. Natrium yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan dehidrasi kulit dan kerusakan kolagen, dua hal yang berkaitan erat dengan tampilan kulit yang lebih tua.
Sebagai pengganti, buah-buahan kaya serat disarankan sebagai camilan. Air putih juga dinilai lebih aman dibanding minuman olahraga untuk kebutuhan sehari-hari, terutama saat tubuh mulai lebih sensitif terhadap dampak pola makan di usia 40-an.
Source: www.beautynesia.id




