Lemari kamar tidur sering dipakai sebagai tempat darurat untuk menaruh apa saja. Masalahnya, beberapa barang justru membuat lemari cepat kotor, lembap, berbau, dan tidak nyaman lagi dipakai menyimpan pakaian.
Risikonya bukan hanya soal ruang yang penuh. Sejumlah benda membawa kotoran, alergen, tumpahan, hingga hama yang bisa merusak isi lemari dan mengganggu kebersihan kamar tidur.
Sepatu dan barang luar ruang paling cepat membuat lemari semrawut
Sepatu tampak praktis jika disimpan di lemari kamar tidur, tetapi kebiasaan ini bisa memindahkan kotoran dan kelembapan ke lantai lemari serta pakaian di sekitarnya. Olivia Parks dari Professional Organizers Baton Rouge mengatakan sepatu juga cenderung menyimpan bau.
Karena itu, area dekat pintu masuk rumah atau garasi dinilai lebih cocok untuk sepatu. Barang lain yang sering dipakai seperti mantel, jaket, topi, sarung tangan, syal, tas tangan, dan payung juga lebih tepat disimpan di area depan pintu menurut Jill Czarnik dari The Tribalist.
Makanan, camilan, dan dokumen sama-sama bikin masalah
Makanan dan camilan di lemari kamar tidur bisa mengundang tikus dan serangga. Jika hama datang, mereka dapat bersarang di pakaian, termasuk serat alami seperti kasmir, lalu meninggalkan kerusakan dan kotoran.
Makanan juga dapat memunculkan jamur serta bau yang menempel pada pakaian. Jika penyimpanan tertutup memang tak terhindarkan, makanan kaleng atau wadah plastik kedap udara disebut lebih aman.
Dokumen juga tidak ideal ditumpuk di lemari kamar tidur. Jessica Varney dari The Tidy Up Girl menyebut banyak orang menyimpan kwitansi, buku cek lama, dan surat-surat lama karena merasa mungkin akan membutuhkannya lagi.
Kebiasaan itu justru membuat ruang cepat berantakan. Kertas yang tidak diperlukan lebih baik didaur ulang atau dipindahkan ke lemari arsip khusus.
Cucian kotor, barang tak terpakai, dan linen ikut menambah beban
Cucian kotor sering masuk lemari karena dianggap paling mudah. Namun, kebiasaan ini bisa memunculkan bau tidak sedap di ruang penyimpanan yang tertutup.
Pilihan yang lebih rapi adalah memakai keranjang cucian bertutup, mencuci lebih sering, atau memindahkan cucian ke tempat yang lebih terbuka. Sementara itu, barang yang sudah tidak terpakai juga sebaiknya tidak disimpan hanya karena mungkin akan dipakai lagi.
Jill Czarnik menilai pakaian seperti itu sering memicu stres dan penilaian diri yang tidak perlu. Selain itu, benda yang tidak dipakai hanya akan memakan tempat yang seharusnya bisa digunakan untuk barang yang benar-benar dibutuhkan.
Seprai dan handuk juga perlu dibatasi jumlahnya. Aturan praktis yang disebutkan adalah dua hingga tiga set seprai tambahan per tempat tidur dan dua hingga tiga handuk per orang.
Produk kamar mandi, kecantikan, dan perlengkapan hewan butuh tempat lain
Produk pembersih, sampo, losion, parfum, dan perlengkapan kamar mandi lain berisiko tumpah atau bocor. Jamie Hord dari Horderly menyarankan penggunaan wadah plastik jika stok barang itu memang harus disimpan di lemari.
Ia juga menilai stok sebaiknya dibatasi hanya pada barang yang muat di penyimpanan kamar mandi atau closet khusus. Cara ini membantu mengurangi risiko tumpahan dan membuat akses lebih mudah.
Perlengkapan hewan peliharaan juga tidak ideal disimpan di lemari kamar tidur. Makanan hewan, kotak pasir, dan mainan bisa berbau, membawa alergen, menempelkan bulu ke pakaian, serta berisiko tumpah.
Masalah bau dari kotak pasir juga cenderung bertahan karena lemari tidak punya banyak aliran udara. Area khusus hewan peliharaan di luar kamar tidur dinilai lebih higienis dan lebih aman untuk menjaga isi lemari tetap bersih.
Source: www.idntimes.com