7 Sikap Manipulatif Lee Gi Hwan di The Scarecrow, Sahabat Akrab yang Menyimpan Topeng Pembunuh Dingin

Author: Cung Media

Di balik hubungan yang sudah terjalin lebih dari 20 tahun, The Scarecrow menempatkan Lee Gi Hwan sebagai sosok yang justru paling sulit dipercaya. Ia tampil ramah, sopan, dan dekat dengan Kang Tae Joo sejak sama-sama tumbuh di Gangseong, tetapi kedekatan itu berubah menjadi ruang paling berbahaya ketika sifat aslinya mulai terbongkar.

Serial ini tidak hanya menonjolkan sisi gelap seorang pembunuh, tetapi juga cara ia memanipulasi orang-orang di sekitarnya dengan wajah yang tampak meyakinkan. Dari empati palsu sampai pengalihan kesalahan, Lee Gi Hwan bergerak seperti orang yang selalu selangkah lebih maju dari kecurigaan.

Topeng ramah yang menipu

Sikap paling mencolok dari Lee Gi Hwan adalah kemampuannya memakai citra lembut untuk menutupi tindakan keji. Ia dikenal sebagai pria yang sopan dan mudah membuat orang percaya, sehingga banyak pihak tidak langsung curiga pada niat aslinya.

Topeng itu juga dipakai saat Kang Tae Joo mulai menyelidikinya. Ketika Tae Joo mencari kebenaran, Gi Hwan justru memasang wajah penuh iba sampai Tae Joo merasa bersalah dan ragu untuk melanjutkan langkahnya.

Emosi yang dipakai sebagai alat

Manipulasi Gi Hwan tidak berhenti pada hubungan pribadi. Di depan orang lain, ia bisa menunjukkan ekspresi sedih yang meyakinkan, termasuk saat Lee Ki Beom ditangkap polisi.

Masalahnya, ekspresi itu berlawanan dengan tindakannya sendiri. Gi Hwan justru memberi keterangan palsu kepada polisi dan menyudutkan Lee Ki Beom, sehingga kesedihan yang ia tampilkan berfungsi sebagai pengalih perhatian.

Tangis yang menutup jejak

Saat Lee Ki Beom meninggal, Gi Hwan kembali menunjukkan reaksi emosional yang ekstrem. Ia berduka dan menangis tersedu-sedu seolah kehilangan besar sedang menimpanya.

Di balik tangis itu, ia disebut membiarkan Lee Ki Beom mati sekarat. Kontras ini memperlihatkan bagaimana Gi Hwan memakai simpati palsu untuk menutupi perannya dalam tragedi tersebut.

Menggeser kesalahan ke orang lain

Sikap manipulatif berikutnya terlihat ketika Gi Hwan mendatangi Im Seong Man yang sedang ditahan di penjara. Dalam pertemuan itu, ia memanipulasi Seong Man agar mengaku sebagai pelaku.

Langkah ini menunjukkan bahwa Gi Hwan tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga pandai memindahkan beban kesalahan ke orang lain. Akibatnya, penyelidikan menjadi semakin rumit karena kebenaran tertutup oleh pengakuan yang dibentuk lewat tekanan psikologis.

Dekat untuk menyerang

Gi Hwan juga memanfaatkan kedekatan personal sebagai senjata. Ia berpura-pura bersikap baik kepada Kang Sun Young demi mendapatkan simpati, padahal ia berniat membunuhnya.

Pola ini menegaskan bahwa kebaikan yang ia tunjukkan bukan bentuk kepedulian. Itu adalah strategi untuk menurunkan kewaspadaan korban dan membuka jalan bagi ancaman yang datang dari orang yang terlihat paling tidak berbahaya.

Rangkaian sikap tersebut membuat Lee Gi Hwan tampil sebagai pembunuh berdarah dingin yang cerdas. Ia pandai menciptakan alibi dan memanipulasi barang bukti, sehingga pihak kepolisian kesulitan menangkap dirinya.

Source: www.idntimes.com
Terbaru