Beberapa jenis makanan memang jauh lebih cepat basi dibanding yang lain. Penyebabnya biasanya ada pada kadar air atau protein yang tinggi, sehingga bakteri dan jamur lebih mudah berkembang jika penyimpanannya keliru.
Risikonya tidak hanya soal rasa dan aroma yang berubah. Makanan yang dibiarkan terlalu lama atau disimpan pada suhu yang salah juga bisa menjadi tidak aman untuk dikonsumsi, jadi cara simpan yang tepat penting untuk menjaga kesegaran sekaligus mengurangi food waste.
Nasi dan bahan berprotein perlu perhatian ekstra
Nasi putih matang termasuk bahan yang sangat rentan basi jika dibiarkan di suhu ruang terlalu lama. Food Standards Agency Inggris menyebut nasi matang sebaiknya segera didinginkan, lalu disimpan di lemari pendingin maksimal satu hari sebelum dipanaskan kembali hingga benar-benar panas.
Daging, ayam, dan ikan segar juga cepat membusuk bila suhu penyimpanannya tidak tepat. U.S. Food and Drug Administration menyarankan bahan-bahan itu disimpan di bawah 4°C di kulkas atau dibekukan jika tidak segera digunakan.
Jika belum akan dimasak dalam satu hingga dua hari, freezer menjadi pilihan yang lebih aman untuk menjaga kualitas bahan berprotein tinggi tersebut. Wadah atau plastik kedap udara juga membantu mempertahankan mutunya lebih lama.
Susu, yogurt, keju, dan krim juga mudah menjadi media pertumbuhan bakteri bila terlalu lama berada di luar kulkas. U.S. Department of Agriculture menegaskan produk susu harus segera didinginkan setelah digunakan dan tidak dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam.
Tahu, tempe, dan sayuran hijau juga cepat turun kualitas
Tahu memiliki kadar air tinggi sehingga lebih cepat basi dibanding tempe. Menurut United States Department of Agriculture, makanan berbahan kedelai segar perlu disimpan pada suhu dingin untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme.
Untuk tahu, simpan di dalam wadah berisi air bersih di kulkas jika belum akan diolah. Airnya perlu diganti setiap hari agar kesegarannya tetap terjaga.
Tempe bisa disimpan dalam wadah tertutup atau dimasukkan ke freezer jika ingin bertahan lebih lama. Cara ini membantu menjaga kualitasnya saat tidak langsung dipakai.
Bayam, kangkung, sawi, dan selada termasuk sayuran yang cepat layu dan membusuk bila penyimpanannya kurang tepat. University of California Agriculture and Natural Resources menyebut sayuran akan lebih lama segar jika disimpan dalam kondisi kering dan dingin.
Karena itu, simpan sayuran hijau dalam kondisi kering di wadah atau kantong berlubang di laci sayur kulkas. Hindari mencucinya sebelum disimpan karena kelembapan berlebih justru mempercepat pembusukan.
Buah potong dan makanan bersantan juga mudah berubah
Buah yang sudah dikupas atau dipotong punya masa simpan jauh lebih singkat dibanding buah utuh. Food and Drug Administration menyebut buah potong perlu disimpan dingin untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya.
Setelah dipotong, buah sebaiknya dimasukkan ke wadah kedap udara lalu disimpan di kulkas. Konsumsilah dalam waktu singkat agar kualitasnya tetap baik.
Makanan bersantan dan berkuah juga relatif mudah basi jika dibiarkan lama di suhu ruang. Kandungan air yang tinggi pada kuah dan lemak dari santan menjadi media yang baik bagi bakteri penyebab pembusukan.
Di daerah beriklim tropis, makanan seperti ini bahkan bisa mulai berubah aroma dan rasa hanya dalam beberapa jam bila tidak segera disimpan. Setelah uap panas berkurang, pindahkan ke wadah kedap udara, simpan di kulkas, atau bekukan jika ingin menyimpannya lebih lama.
Saat akan dimakan kembali, panaskan makanan hingga benar-benar mendidih. Langkah ini membantu memastikan panas merata dan mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.
Dengan penyimpanan yang tepat, makanan yang cepat basi bisa bertahan lebih lama tanpa kehilangan kualitas terlalu cepat. Cara sederhana seperti mendinginkan segera, memakai wadah kedap udara, dan menjaga suhu kulkas dapat membantu mengurangi makanan terbuang.
Source: www.beautynesia.id






