Serbuk sari bukan hanya penting bagi tumbuhan. Bagi sejumlah hewan, butiran kecil ini juga menjadi sumber protein dan nutrisi yang membantu pertumbuhan, energi, dan kebutuhan hidup mereka.
Yang menarik, kebiasaan memakan serbuk sari sering berjalan seiring dengan proses penyerbukan. Saat hewan berpindah dari satu bunga ke bunga lain, serbuk sari ikut menempel di tubuh mereka dan terbawa ke tanaman berikutnya.
Burung yang ikut menyesap serbuk sari
Burung kolibri lebih dikenal sebagai peminum nektar, bukan pemakan serbuk sari secara sengaja. Namun, ketika paruhnya menyentuh bunga, serbuk sari ikut menempel dan tertelan dalam jumlah kecil, sehingga tetap memberi tambahan protein.
Burung matahari juga termasuk pemakan serbuk sari. Burung ini memakan nektar, serangga, laba-laba, daging buah, dan serbuk sari, serta mengunjungi bunga dari lebih dari 20 genera tanaman seperti akasia, lidah buaya, jacaranda, dan lantana.
Keduanya sama-sama datang ke bunga untuk mencari makanan, tetapi tidak berkerabat. Pada burung matahari, kebiasaan mencari makan di bunga membuatnya menjadi pengunjung aktif bagi banyak jenis tanaman.
Serangga yang mengandalkan serbuk sari
Lebah adalah salah satu pemakan serbuk sari paling dikenal. Nektar memberi energi, sedangkan serbuk sari menyediakan protein dan nutrisi lain, terutama untuk larva yang sedang tumbuh.
Kumbang juga masuk daftar hewan yang memakan serbuk sari. Beberapa jenis, termasuk kepik, memperoleh protein dari makanan ini, sementara kumbang serbuk sari bisa memakan begitu banyak serbuk sari hingga merugikan tanaman.
Kupu-kupu dan ngengat memanfaatkan serbuk sari secara tidak langsung. Keduanya datang ke bunga untuk meminum nektar, lalu serbuk sari menempel pada mulut, kaki, atau tubuh mereka dan terbawa ke bunga berikutnya.
Kupu-kupu umumnya berperan sebagai polinator bunga yang mekar di siang hari. Ngengat menjalankan fungsi serupa pada bunga yang mekar di malam hari.
Hewan kecil yang ikut membantu penyerbukan
Semut kerap ditemukan di dekat bunga yang menghasilkan nektar. Meski dikenal sebagai omnivora, serangga ini juga memakan butiran serbuk sari karena cairan di dalamnya dapat menjadi sumber protein penting, terutama bagi semut muda.
Koloni semut bahkan sering mengumpulkan serbuk sari untuk disimpan atau dikonsumsi langsung. Dalam proses itu, semut ikut berperan sebagai penyerbuk yang cukup efektif.
Hazel dormouse melengkapi daftar ini sebagai hewan pengerat kecil yang juga makan serbuk sari. Meskipun sangat menyukai hazelnut, hewan ini juga memakan buah-buahan, bunga, nektar, serbuk sari, telur burung, bibit, dan kadang-kadang serangga.
Laman Animalia menyebut hazel dormouse berkontribusi besar terhadap penyerbukan karena kebiasaan makannya. Dengan tubuh kecil dan ekor panjang berbulu halus, hewan ini menunjukkan bahwa pemakan serbuk sari tidak selalu datang dari kelompok serangga saja.
Serbuk sari memberi nilai gizi penting bagi hewan-hewan tersebut, terutama dalam bentuk protein. Pada saat yang sama, kebiasaan mereka berpindah dari satu bunga ke bunga lain membuat proses penyerbukan terus berlangsung di alam.
Source: www.idntimes.com






