7 Fakta Blekok Sawah, Burung Sawah Kecil yang Tiba-Tiba Tampak Putih Saat Terbang

Blekok sawah sering luput dari perhatian karena kerap dianggap burung sawah biasa. Padahal, burung kecil ini punya perubahan tampilan yang mengecoh, terutama saat terbang ketika warna tubuhnya terlihat jauh lebih putih dari biasanya.

Di lapangan, blekok sawah mudah dijumpai di sawah, tepi kolam, danau, hingga hutan bakau. Di Indonesia, burung ini dikenal sebagai javan pond heron dan menjadi salah satu burung kuntul berukuran kecil yang cukup akrab dengan kawasan air dangkal.

Bukan bangau, melainkan keluarga kuntul

Blekok sawah bukan bangau, melainkan anggota famili kuntul-kuntulan atau heron, Ardeidae. Kerabat dekatnya mencakup cangak, kowak, dan kokokan.

Kekeliruan menyebut blekok sebagai bangau cukup sering terjadi di masyarakat. Padahal, bangau berasal dari famili Ciconiidae dan berada dalam kelompok yang berbeda.

Masuk genus dengan enam jenis blekok

Blekok sawah termasuk dalam genus Ardeola yang memiliki enam jenis. Di dalam kelompok ini ada blekok sawah, blekok india, blekok cina, blekok madagaskar, dan blekok eropa.

Kelompok ini punya ciri tubuh yang kekar, leher pendek, serta paruh pendek dan tebal. Punggung mereka umumnya berwarna krem atau cokelat.

Sebarannya luas di Asia Tenggara

Blekok sawah tidak hanya ada di Indonesia. Burung ini tersebar luas di Asia Tenggara dan aktif mencari makan di sawah, tepi kolam, danau, serta hutan bakau.

Menurut Heron Conservation, blekok sawah terbagi menjadi dua anak jenis. A. s. speciosa berbiak di Indonesia, sedangkan A. s. continentalis berbiak di Thailand, Myanmar, Vietnam, dan Kamboja.

Tubuh kecil dengan bulu yang berubah musim

Panjang tubuh blekok sawah biasanya sekitar 45 sentimeter. Paruhnya berwarna kuning dengan ujung hitam, sementara warna bulunya berubah mengikuti musim kawin dan di luar musim kawin.

Saat musim kawin, tubuhnya tampak cokelat bergaris-garis dengan kepala cokelat keemasan dan punggung hitam. Di luar musim kawin, warnanya berubah menjadi cokelat berbintik putih.

Mirip kerabat dekatnya di lapangan

Blekok sawah sering sangat mirip dengan blekok cina dan blekok india. Ketiganya hampir tidak bisa dibedakan di lapangan, terutama ketika bulu di luar musim kawin tampak seragam.

Karena itu, pengamat perlu memperhatikan detail warna kepala, tubuh, dan pola bulu dengan lebih cermat. Kesalahan identifikasi masih mungkin terjadi jika burung hanya terlihat sekilas.

Tampak putih saat terbang

Salah satu ciri paling menarik dari blekok sawah muncul ketika burung ini terbang. Burung yang tampak kecokelatan saat bertengger bisa terlihat sangat putih di udara karena sayap putih cemerlangnya terbentang.

Saat diam, bagian putih pada sayap ini banyak tersembunyi. Karena itu, blekok sawah yang melintas sering dikira kuntul kecil atau kuntul kerbau, meski kepala gelapnya tetap bisa menjadi petunjuk.

Hidup dekat air dan berbagi ruang dengan banyak burung lain

Blekok sawah biasa bersarang di pepohonan dan semak dekat rawa atau kolam. Sarangnya dibuat dari ranting dan umumnya menggantung di atas air, baik saat bersarang sendiri maupun dalam koloni.

Dalam koloni, blekok sawah bisa berbagi tempat dengan kowak-malam abu, cangak merah, kuntul besar, kuntul perak, kuntul kerbau barat, dan kuntul kecil. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa burung tersebut cukup akrab dengan berbagai jenis burung air lain.

Cara berburu yang khas di sawah

Di sawah, blekok sawah memangsa katak, serangga, cacing, ikan, dan berudu. Saat berburu, burung ini sering berdiri diam lama dengan tubuh agak membungkuk dan kepala ditarik ke belakang.

Mereka juga bisa mencari makan sambil berjalan pelan-pelan. Di Sulawesi, blekok sawah pernah diamati melayang di atas air sebelum mengambil mangsa dari permukaan air.

Source: www.idntimes.com

Terkait