Membiarkan mobil listrik diparkir saat baterai hampir habis di bawah terik matahari bukan kebiasaan sepele. Kombinasi daya rendah dan panas ekstrem bisa mempercepat kerusakan baterai, menurunkan jarak tempuh, dan dalam kondisi tertentu memicu risiko keselamatan.
Masalahnya tidak selalu terasa saat itu juga. Di dalam baterai lithium-ion, suhu tinggi tetap memengaruhi reaksi kimia dan dapat menumpuk menjadi penurunan performa yang sulit dipulihkan.
Enam risiko yang perlu diwaspadai
1. Panas mempercepat degradasi baterai
Suhu tinggi membuat reaksi kimia di dalam baterai bergerak lebih cepat dan bisa menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak komponen internal secara permanen.
Beritasatu.com mengutip data Geotab yang menyebut baterai kendaraan listrik di wilayah beriklim panas mengalami degradasi kapasitas sekitar 0,4% lebih cepat setiap tahun dibandingkan kendaraan di daerah beriklim sedang.
2. Baterai kosong bisa masuk ke kondisi deep discharge
Jika daya dibiarkan terlalu lama mendekati nol persen, sel baterai dapat masuk ke kondisi deep discharge. Tegangan yang turun melewati batas aman berpotensi merusak sel secara permanen.
Dalam beberapa kasus, baterai memerlukan penanganan khusus di bengkel resmi sebelum bisa diisi ulang, dan proses pemulihannya tidak selalu murah.
3. Lapisan pelindung baterai ikut terdampak
Panas yang terus-menerus tidak hanya memanaskan bodi mobil, tetapi juga area penyimpanan baterai. Kondisi ini dapat merusak solid electrolyte interphase atau SEI, lapisan pelindung tipis yang membantu menjaga elektroda dari degradasi.
Saat lapisan itu terganggu, baterai harus memakai sebagian energinya untuk membentuk ulang pelindung tersebut. Akibatnya, kapasitas simpan energi perlahan turun dan efisiensi ikut menurun.
4. Risiko thermal runaway meningkat
Panas berlebihan juga dapat meningkatkan peluang terjadinya thermal runaway, yaitu kondisi ketika suhu baterai naik tanpa kendali dan memicu reaksi berantai penghasil panas. Dalam kondisi terburuk, situasi ini dapat berujung pada gas beracun, kebakaran, atau ledakan.
Elektrolit organik di dalam baterai mulai terurai pada suhu sekitar 150 hingga 200 derajat celsius. Risiko makin besar jika mobil dibiarkan lama di bawah sinar matahari tanpa ventilasi memadai, terutama di wilayah tropis maupun gurun.
5. Sistem pendingin baterai tetap butuh daya
Mobil listrik modern umumnya memiliki sistem manajemen termal untuk menjaga suhu baterai tetap ideal. Namun, sistem ini tetap membutuhkan pasokan listrik agar bekerja optimal, dan tidak semua kendaraan bisa mempertahankannya saat parkir tanpa sambungan charger.
Jika mobil ditinggalkan dengan baterai kosong dan tidak terhubung ke pengisi daya, kemampuan menjaga suhu baterai akan menurun. Bila berlangsung beberapa hari, tegangan sel bisa turun melewati batas aman sekitar 3,0 volt per sel dan stabilitas kimianya terganggu.
6. Jarak tempuh ikut tergerus
Suhu tinggi juga memengaruhi jarak tempuh kendaraan listrik. Berdasarkan laporan Consumer Reports, mobil listrik yang dipakai pada suhu di atas 35 derajat celsius dapat kehilangan sekitar 20% jangkauan berkendara.
Pada suhu sekitar 38 derajat celsius, penurunannya bahkan bisa mencapai 31%. Selain karena perubahan karakteristik baterai, energi tambahan juga dipakai sistem pendingin untuk menjaga temperatur tetap stabil saat kendaraan digunakan.
Cara menjaga baterai tetap aman saat cuaca panas
Pemilik mobil listrik disarankan tidak membiarkan daya turun sampai mendekati nol persen. Pengisian ulang sebaiknya dilakukan sebelum kapasitas berada di bawah 20%, sementara untuk parkir lama kondisi idealnya ada di kisaran 50% hingga 70%.
Mobil juga lebih aman diparkir di tempat teduh atau di dalam garasi agar paparan sinar matahari langsung berkurang. Saat pengisian daya, hindari melakukannya ketika suhu lingkungan sedang paling panas, terutama pada siang hari.
Dalam cuaca panas, batas pengisian sekitar 80% dinilai lebih dianjurkan dibandingkan mengisi hingga penuh. Bagi kendaraan yang memiliki fitur precooling, fitur ini bisa dimanfaatkan saat mobil masih tersambung ke charger agar kabin lebih dingin tanpa menguras daya baterai.
Kebiasaan sederhana seperti tidak memarkir mobil listrik saat baterai kosong di bawah terik matahari dapat membantu menjaga kapasitas baterai lebih lama. Langkah kecil ini juga mengurangi peluang munculnya masalah yang lebih mahal di kemudian hari.
Ringkasan risiko utama
| Risiko | Dampak Utama | Kondisi Pemicu |
|---|---|---|
| Degradasi baterai lebih cepat | Kapasitas turun lebih awal | Panas ekstrem |
| Deep discharge | Sel baterai berpotensi rusak permanen | Baterai sangat rendah terlalu lama |
| Thermal runaway | Risiko kebakaran atau ledakan | Akumulasi panas tanpa ventilasi |
| Jarak tempuh menurun | Jangkauan berkendara lebih pendek | Suhu di atas 35 derajat celsius |
Di tengah cuaca panas, kondisi baterai yang dibiarkan kosong justru membuat mobil listrik lebih rentan menghadapi penurunan performa jangka panjang. Karena itu, cara paling aman tetap sederhana: jangan menunggu daya terlalu rendah sebelum memarkir mobil dalam paparan panas berkepanjangan.
Source: www.beritasatu.com





